MADANINEWS.ID, Jakarta – Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mencatat rekor kunjungan lebih dari 60 juta umat Islam ke dua masjid suci selama bulan Muharram 1447 Hijriah. Lonjakan kunjungan ini didukung oleh jaringan layanan luas yang memfasilitasi ibadah jemaah dan peziarah.
Di Mekkah, Masjidil Haram menerima 27.531.599 jemaah, termasuk 47.823 orang yang melaksanakan salat di area Hateem, Hijr Ismail. Selama periode yang sama, tercatat 7.857.270 orang menunaikan ibadah umrah.
Sementara itu, Masjid Nabawi di Madinah menyambut 21.576.200 jemaah. Dari jumlah tersebut, 1.122.368 orang melaksanakan salat di Al Rawdah Al Sharifah, dan 2.110.375 orang berziarah menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta dua sahabat beliau.
Dilansir dari kantor berita Saudi Press Agency (SPA), otoritas menegaskan komitmennya untuk menjaga kenyamanan, kemudahan, dan ketenangan spiritual pengunjung sesuai arahan pimpinan Saudi. Angka kunjungan ini disebut sebagai bukti konsistensi dalam meningkatkan pelayanan, menghilangkan hambatan, dan menyempurnakan fasilitas di kedua masjid suci.
Kunjungan Umrah Melonjak 30%
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melaporkan, jumlah jemaah yang masuk menggunakan visa umrah pada periode ini naik 30% dibanding tahun lalu. Penerbitan visa umrah juga meningkat 27%.
Untuk mendukung musim umrah, lebih dari 4.200 kontrak telah diteken antara penyelenggara lokal dan agen internasional. Langkah ini bertujuan memperkuat kesiapan operasional agar pelayanan jemaah lebih optimal.
Musim umrah resmi dimulai pada 14 Dzulhijjah 1446 H, dengan proses penerbitan visa difasilitasi melalui platform Nusuk — gerbang digital terpadu layanan pemerintah untuk jemaah dan pengunjung. Penerbitan izin dimulai 15 Dzulhijjah 1446 H, memungkinkan jemaah memesan jadwal dan mengakses layanan dalam berbagai bahasa.
Kementerian menilai tingginya minat jemaah umrah tahun ini tidak lepas dari kesuksesan penyelenggaraan haji 1446 H. Faktor lain adalah peningkatan sistem operasional, infrastruktur teknologi, serta integrasi layanan yang semakin efisien.
Persiapan musim umrah juga dilakukan lebih awal bersama pihak berwenang, untuk memastikan kelancaran prosedur, peningkatan konten digital, serta standar keramahan dan keselamatan yang terus berkembang.
