MADANINEWS.ID, Riyadh – Arab Saudi terus ngebut lakukan transformasi digital jelang musim haji 1447 Hijriah. Kali ini, Kementerian Pariwisata resmi meluncurkan layanan digital baru yang memungkinkan pengelola akomodasi berlisensi di Makkah dan Madinah mengajukan penambahan kapasitas tempat tidur selama musim haji.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyederhanakan proses administratif dan memperkuat kesiapan layanan akomodasi bagi jutaan jemaah haji tahun depan.
Layanan ini tersedia melalui Tourism Activities Licensing Portal, platform digital yang dirancang untuk mempercepat proses pengajuan, memantau status aplikasi, serta mengurangi kesalahan manual dalam pengelolaan fasilitas penginapan.
Respons Saudi terhadap Lonjakan Jemaah dan Tantangan Akomodasi
Arab Saudi mencatat lonjakan jumlah peziarah haji dan umrah dalam beberapa tahun terakhir. Data musim Umrah 2025 menunjukkan lebih dari 1,2 juta peziarah dari 109 negara telah masuk sejak Juni lalu. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat, terutama menjelang musim haji.
Digitalisasi layanan akomodasi jadi strategi utama untuk menjawab lonjakan tersebut tanpa mengorbankan kualitas. Pemerintah Saudi ingin memastikan seluruh jemaah yang memiliki izin resmi mendapatkan layanan terbaik, mulai dari penginapan hingga transportasi.
Di sisi lain, regulasi juga diperketat. Jemaah tanpa izin resmi tidak akan diizinkan masuk ke Makkah, bahkan dikenai denda dan larangan masuk. Ini bagian dari strategi pemerintah menjaga ketertiban dan memprioritaskan pelayanan bagi jemaah yang sah.
Visi 2030: Saudi Percepat Transformasi Sektor Pariwisata
Langkah ini juga sejalan dengan Saudi Vision 2030, di mana digitalisasi sektor publik menjadi tulang punggung efisiensi layanan. Sistem e-Government yang terus dikembangkan memungkinkan ratusan layanan daring terintegrasi—bukan hanya untuk warga, tapi juga untuk wisatawan dan pelaku industri.
Dengan e-service ini, penyedia hotel, guest house, hingga penginapan kecil di Makkah dan Madinah dapat beradaptasi lebih cepat terhadap kebutuhan kapasitas jemaah haji, tanpa harus melalui proses birokrasi panjang.
Saudi secara tegas menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar gaya, tapi jadi senjata utama dalam menjamin kenyamanan dan keamanan jemaah haji yang datang dari seluruh dunia.
