MADANINEWS.ID, JAKARTA – “Kalau pengen sesuatu, sholawatin aja dulu.”
Ungkapan ini jadi tren di kalangan anak muda. Awalnya terdengar seperti seloroh religius, tapi ternyata punya akar kuat dalam ajaran Islam. Bahkan, ada dalil dalam Al-Qur’an dan hadis sahih yang membenarkan bahwa shalawat bisa jadi wasilah terkabulnya hajat.
Sebagian orang mungkin bertanya: kenapa tidak langsung berdoa saja ke Allah? Kenapa harus lewat shalawat dulu?
Jawabannya sederhana: shalawat adalah bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan pada saat yang sama juga sarana mengundang rahmat Allah. Semakin banyak bershalawat, semakin deras rahmat yang turun.
Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Artinya, bahkan Allah dan para malaikat-Nya pun lebih dulu bershalawat, sebelum memerintah kita melakukannya. Maka tak heran jika Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Kalau satu shalawat dibalas sepuluh, bayangkan kalau kamu membacanya puluhan hingga ratusan kali.
Shalawat Bisa Bikin Hajat Dikabulkan? Ini Kisah Ubay bin Ka’ab
Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, suatu malam Ubay bin Ka’ab bertanya kepada Nabi ﷺ:
يا رسول الله إني أكثر الصلاة فكم أجعل لك من صلاتي؟
“Wahai Rasulullah, aku banyak bershalawat untukmu. Berapa banyak aku harus bershalawat?”
Nabi menjawab, “Sesukamu.” Lalu Ubay bertanya:
فقال: الربع؟ قال: ما شئت، فإن زدت فهو خير لك
“Seperempat?” Nabi menjawab: Sesukamu. Jika kamu menambah, itu lebih baik.”
Pertanyaan itu berlanjut:
-
Sepertiga? “Jika menambah, lebih baik.”
-
Setengah? “Jika menambah, lebih baik.”
-
Dua pertiga? “Jika menambah, lebih baik.”
Hingga akhirnya Ubay berkata:
أجعل لك صلاتي كلها؟
“Kalau begitu, aku jadikan semua doaku sebagai shalawat untukmu.”
Dan Rasulullah ﷺ menjawab dengan kalimat yang luar biasa:
إذاً تُكْفَى هَمَّكَ، وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ
“Kalau begitu, hajatmu akan dikabulkan dan dosamu akan diampuni.”
Perhatikan: Ubay tak pernah menyebut hajat, tapi Nabi sendiri yang mengatakan itu. Artinya, shalawat memang menjadi jalan terkabulnya hajat, bahkan pengampunan dosa.
Seperti kata Ibnu Athaillah as-Sakandari:
“Seandainya sepanjang hidupmu engkau berbuat baik, lalu Allah memberi satu shalawat saja, maka satu shalawat itu lebih berat daripada semua amalmu.”
“Karena engkau bershalawat sesuai kapasitasmu sebagai hamba, sementara Allah bershalawat dengan sifat rububiyah-Nya.”
Maka jika sekarang kamu sedang punya keinginan—apa pun itu: jodoh, rezeki, ketenangan—boleh jadi “shalawatin aja dulu” bukan cuma trend, tapi memang bagian dari spiritualitas Islam yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ.
