MADANINEWS.ID, Madinah–Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi mengeluarkan panduan etika khusus bagi para jemaah yang berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah. Aturan ini dirancang untuk menjaga kesakralan masjid serta memastikan pengalaman ibadah yang khusyuk, tertib, dan tenang bagi seluruh pengunjung.
Dikutip dari Gulf News, panduan tersebut merupakan bagian dari kampanye edukasi yang tengah dijalankan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Dalam imbauannya, kementerian menekankan pentingnya ketenangan, penghormatan, serta peneladanan terhadap tradisi Nabi Muhammad ﷺ selama berada di salah satu tempat tersuci dalam Islam itu.
Pengunjung diminta untuk memasuki masjid dengan kaki kanan terlebih dahulu sembari membaca doa masuk masjid. Di dalam area masjid, suara harus dijaga tetap rendah, perilaku harus tenang dan penuh hormat, serta dihindari segala tindakan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah jemaah lain.
Saat melewati makam Rasulullah ﷺ, para pengunjung dianjurkan untuk menyampaikan salam dengan penuh ketulusan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan juga kepada dua sahabat beliau, Abu Bakar dan Umar.
Ketika hendak meninggalkan masjid, para jemaah disarankan keluar dengan kaki kiri lebih dahulu sambil membaca doa keluar masjid sesuai sunnah. Semua panduan ini, menurut kementerian, merupakan bentuk peneladanan akhlak Nabi dan upaya menjaga kehormatan serta ketenangan Masjid Nabawi, agar setiap kunjungan menjadi pengalaman spiritual yang mendalam dan bermakna.
“Panduan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung,” kata Kementerian Haji dan Umrah dalam pernyataannya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap ibadah dilakukan dalam suasana penuh kerendahan hati, perenungan, dan penghormatan.”
Langkah ini menegaskan komitmen otoritas Saudi untuk terus memperbaiki layanan ibadah, tidak hanya dari sisi logistik dan fasilitas, tetapi juga penguatan aspek spiritual dan edukasi adab bagi jutaan jemaah yang datang setiap tahun ke Masjid Nabawi.