MADANINEWS.ID, Makkah – Kepadatan di Masjidil Haram semakin terasa jelang puncak musim haji. Ribuan jemaah terus berdatangan, bahkan tak sedikit yang sampai terpisah dari rombongannya atau bingung arah saat kembali ke hotel lewat bus Shalawat.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Harun Al Rasyid, mengingatkan para jemaah agar lebih waspada dan menyiapkan diri dengan sejumlah langkah antisipatif.
“Setiap jemaah memiliki kartu bus. Kartu ini harus selalu dibawa. Kalau tidak hafal bisa melihat kartu bus itu,” kata Harun di Makkah, Rabu (21/5/2025).
Berikut 6 tips penting yang disampaikan Harun agar jemaah tetap aman saat beribadah di Masjidil Haram:
1. Hafalkan Rute dan Kartu Bus Shalawat
Jemaah diminta mengenali rute bus yang membawa mereka ke Masjidil Haram dan kembali ke hotel. Kartu bus wajib dibawa dan dijadikan panduan.
2. Pahami Lokasi Terminal
Ada tiga terminal bus Shalawat di sekitar Masjidil Haram: Syib Amir (untuk jemaah dari Syisyah dan Raudlah), Jabal Ka’bah (untuk jemaah dari Jarwal), dan Ajyad (untuk jemaah dari Misfalah).
“Selain nomor bus Shalawat, jemaah harus hafal terminalnya dan juga arah menuju ke terminal itu,” jelas Harun.
3. Jadikan Zamzam Tower dan WC 3 sebagai Patokan
Bagi jemaah yang kebingungan, Harun menyarankan menggunakan Zamzam Tower atau WC 3 sebagai titik orientasi. Petugas Sektor Khusus Haram juga disiagakan di area tersebut.
“Di WC 3 juga ada petugas Sektor yang akan memberikan arahan jemaah menuju terminal,” katanya.
4. Jangan Bawa Uang Banyak dan Perhiasan Mencolok
Untuk menghindari kehilangan barang berharga, jemaah diimbau membawa uang secukupnya saja.
“Uang bawalah secukupnya. Sisanya itu nanti dikumpulin di Ketua Kloter atau Ketua Rombongan. Nanti bisa dititipkan di Hotel,” jelas Harun.
5. Pergi Bersama Minimal 2-3 Orang
Jemaah sebaiknya tidak bepergian sendiri ke Masjidil Haram. “Namun apabila rombongan terpisah, jangan panik, ada petugas seksus yang akan membantu memberikan arah ke terminal yang dituju,” kata Harun.
6. Selalu Bawa Kartu Nusuk
Kartu Nusuk adalah semacam paspor haji yang wajib ditunjukkan setiap kali masuk area Masjidil Haram.
“Jadi bawa selalu kartu Nusuk ini, bisa disimpan di tas bagian luar dan ditutup rapi. Agar tidak hilang dan terhindar dari penjambretan. Sebab, kartu nusuk ini bisa disalahgunakan,” pesannya.
Sebagai penutup, Harun juga mengimbau jemaah lansia, sakit, atau berkebutuhan khusus untuk tidak memaksakan diri salat di Masjidil Haram. “Lebih baik salat di hotel, sebagai persiapan kesehatan menjelang puncak haji Arafah, Muzdalifah dan Mina,” ujarnya.
