Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Dari Loper Koran ke Tanah Suci: Kisah Pak Dulhari Menabung 15 Tahun Demi Haji

Abi Abdul Jabbar Sidik
14 May 2025 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah
Dari Loper Koran ke Tanah Suci: Kisah Pak Dulhari Menabung 15 Tahun Demi Haji

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani foto bersama dengan Dulhari bersama calo haji lainnya sesaat sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Selasa (13/5/2025)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, BANYUWANGI — Siapa sangka, kegigihan dan kesabaran seorang pria lanjut usia yang tiap hari menjajakan koran di sudut jalan, bisa membawanya ke Tanah Suci? Itulah kisah inspiratif Dulhari (88), warga Banyuwangi, Jawa Timur, yang tahun ini berangkat menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 15 tahun dari hasil menjadi loper koran.

“Saya jualan koran (loper) sudah 15 tahun, pekerjaan ini saya jalani dengan ikhlas, dan uang dari jualan koran saya tabung untuk pergi haji,” kata Dulhari, sesaat sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (13/5).

Setiap hari, Dulhari setia berada di perempatan Jalan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (MAB). Dengan sepenuh hati, ia menjajakan koran kepada siapa pun yang lewat, tanpa pernah absen—panas atau hujan tak menghalangi langkahnya.

Penghasilannya mungkin tak seberapa, namun tekadnya tak tergoyahkan. Sedikit demi sedikit ia sisihkan dari hasil menjual koran, hingga akhirnya pada 2019, tabungannya mencapai Rp49 juta. Di usianya yang saat itu menginjak 82 tahun, Dulhari mendaftar untuk menunaikan ibadah haji.

“Setelah selama enam tahun saya akhirnya resmi diberangkatkan haji tahun ini,” katanya dengan mata berbinar.

Kisah Dulhari menyentuh hati banyak orang, termasuk Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ia menyampaikan penghargaan atas keteguhan hati Dulhari yang menjadi contoh nyata bahwa mimpi bisa diraih dengan ketekunan dan niat yang tulus.

“Calon haji Dulhari menjadi contoh bahwa bagi siapapun jika ada niat yang kuat dibarengi dengan ikhtiar untuk bisa berangkat ke Tanah Suci, pasti Allah mampukan,” ujar Ipuk. “Kami doakan Pak Dulhari selalu sehat, bisa menjalankan ibadah haji dengan penuh kelancaran dan kemudahan hingga kembali ke Banyuwangi dengan selamat dan menjadi haji mabrur,” tambahnya.

See also  Tahap Pertama Pelunasan Haji 2026 Resmi Dimulai, Ini 4 Kelompok yang Diprioritaskan

Pada hari yang sama, sebanyak 391 calon haji asal Banyuwangi dari kloter 44 dan 49 diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Mereka bertolak dengan 9 unit bus dari depan Kantor Pemkab Banyuwangi. Dengan keberangkatan tersebut, seluruh 1.143 jamaah haji asal Banyuwangi resmi berangkat menunaikan rukun Islam kelima pada tahun 2025 ini.

Namun, di antara ratusan nama itu, nama Dulhari menjadi simbol harapan—bahwa impian sebesar apa pun bisa tercapai jika diperjuangkan dengan hati yang ikhlas dan tekun.

Tags: jemaah haji indonesiakisah hajikisah pak dulhariloper koran
Previous Post

Sistem Baru Penyelenggaraan Haji: Banyak Syarikah, Layanan Lebih Optimal

Next Post

Pakar Jelaskan Makna Arbain dan Pesan Spiritualitas bagi Jamaah Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks