Alumni Al-Azhar Kairo Gelar Konferensi Moderasi Islam di NTB

Penulis Abi Abdul Jabbar

IBADAH.ID, Jakarta – Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Kairo (OIAA) Cabang Indonesia tahun ini kembali akan mengadakan Konferensi Internasional Moderasi Islam yang bertema Moderasi Islam dalam Perspektif Ahlussunnah wal Jama`ah. Kegiatan ini dilakukan pada 26-29 Juli 2018, Mataram.

Adapun kegiatan ini bekerjasama dengan Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah (FKAT) NTB dan Pemerintah Propinsi NTB. Konferensi akan diikuti oleh narasumber dan peserta dari 21 negara sebanyak 400 orang.

“Moderasi Islam saat ini menjadi sangat krusial dan harus dikedepankan di tengah situasi fenomena takfir (pengkafiran) yang sebenarnya dimulai oleh kelompok khawarij di masa lalu, dan saat ini masih banyak dianut oleh kelompok Islam garis keras yang bisa dikategorikan sebagai ‘khawârijul `ashr’ (khawarij modern),” ujar Ketua Umum OIAA TGB M Zainul Majdi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/7).

TGB menuturkan saat ini fenomena takfir  sering mengkafirkan individu Muslim, dan juga institusi negara Muslim. Fenomena takfir di masa kini terbukti memecah belah persatuan umat Islam, dan menciptakan stabilitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Wasathiyah Al-Islam juga menjadi pesan inti dari Bogor Message yang dihasilkan oleh Ulama dan Cendekiawan muslim dunia. Hal ini juga sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan KTT Cendekiawan Muslim dunia yang digelar di Istana Bogor tersebut,” terang TGB.

Untuk itulah, Wasathiyyah atau Moderasi Islam perlu terus disuarakan. Karena wasathiyah sebuah metode berpikir, berinteraksi dan berperilaku yang didasari atas sikap tawâzun (seimbang) dalam menyikapi keadaan perilaku yang dimungkinkan untuk dianalisis dan dibandingkan.

“Sehingga, dapat ditemukan sikap yang sesuai dengan kondisi dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama dan tradisi masyarakat,” pungkasnya. (Tio/ Kontributor)

BACA JUGA

Tinggalkan komentar