Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Wujud Transparansi Penyediaan Layanan Haji di Arab Saudi, Kemenag Hadirkan Aplikasi SEPAKAT

Abi Abdul Jabbar Sidik
9 October 2024 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah, News
Wujud Transparansi Penyediaan Layanan Haji di Arab Saudi, Kemenag Hadirkan Aplikasi SEPAKAT

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Penyediaan Akomodasi dan Penyempurnaan Aplikasi SEPAKAT di Jakarta. (foto:dok kemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menyebut penggunaan Aplikasi SEPAKAT SEPAKAT (Sistem Pengadaan Layanan Akomodasi, Katering dan Transportasi) sebagai wujud transparansi dan inovasi dalam proses penyedian layanan haji di Arab Saudi. Hal tersebut dikatakan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid pada Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Penyediaan Akomodasi dan Penyempurnaan Aplikasi SEPAKAT di Jakarta. Senin (7/10/2024).

Menurut Subhan, database calon penyedia layanan bisa diambil dari aplikasi tersebut ketika calon penyedia telah mendaftar dalam aplikasi tersebut. Penggunaan database itu digunakan agar calon penyedia yang mempunyai layanan baik dapat dipanggil lagi untuk penyedian layanan berikutnya.

“Dengan database itu pengadaan bisa menjadi lebih efisien waktunya,” ujar Subhan

Ia juga meminta setiap Sub Direktorat untuk terus mensosialisasikan Aplikasi SEPAKAT (Sistem Pengadaan Layanan Akomodasi, Katering dan Transportasi) ke calon penyedia layanan di Arab Saudi.

Saat proses pengadaan, kata Subhan, seluruh interaksi dengan calon penyedia diminimalisir agar proses pengadaan dilakukan secara transparan. “Penggunaan aplikasi SEPAKAT harus terus dilakukan sosialisasi kepada calon penyedia,” tegas Subhan

Ia mengakui, pengadaan penyediaan layanan jemaah haji Indonesia saat ini masih mengalami keterlambatan bahkan masih kalah dengan Irak. Menurut Subhan, usai berakhirnya operasional haji, mereka langsung memulai pengadaan dengan calon penyedia layanan akomodasi. “Kita juga memaklumi kuota haji Irak jauh lebih sedikit dari kuota haji jemaah Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit Akomodasi Haji Kemenag Ali Machzumi berharap kegiatan ini bisa disinkronkan dengan aplikasi SEPAKAT agar kedepan sistem pengadaan inj menjadi salah satu inovasi dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah terkait pengadaan layanan di Arab Saudi.

“Pedoman ini diharapkan bisa disinkronkan dengan aplikasi SEPAKAT, kedepannya aplikasi ini juga dapat dibanggakan karena akan menjadi bagian dari inovasi dari Ditjen PHU maupun Kemenag saat melaksanakan penyediaan di Saudi,” terang Ali Machzumi.

See also  Keberadaan Kopma Harus Bantu Lahirkan Wirausaha di Kalangan Mahasiswa

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Transportasi Darat Mujib Roni, Kasubdit Fasilitasi KPHI M. Syarief Fahmi serta ASN dilingkungan Ditjen PHU.

Tags: aplikasi sepakatKemenaglayanan haji
Previous Post

Awas Hoax! Kemenag Tak Pernah Tawarkan Undian Umrah Gratis

Next Post

Kunjungi MUI, Imam Masjid Nabawi Ingatkan Pentingnya Membaca Alquran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks