MADANINEWS.ID, JAKARTA – Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berbuat baik kepada tetangga. Tetangga adalah orang yang tinggal di sekitar rumah kita, baik di sebelah kanan, kiri, depan, maupun belakang. Dalam Islam, tetangga tidak hanya dibatasi oleh jarak rumah, tetapi juga oleh hubungan sosial yang terjalin. Berikut adalah 5 hadis anjuran menghormati tetangga;
Juga tetangga merupakan orang yang paling dekat dengan kita. Karena saat terjadi musibah, pastilah orang yang pertama kali menolong kepada kita adalah tetangga, terlebih saat kita jauh dari saudara.
Memuliakan tetangga bukan cuma sekedar perintah dari Allah melalui Al-Quran, melainkan Nabi pun juga menganjurkan kepada ummatnya agar selalu menghormati orang yang hidup berdampingan dengan kita.
Adab Bertetangga dalam Islam
Ajaran Islam, memerintahkan umat muslim untuk berbuat baik kepada tetangga disandingkan dengan perintah menyembah Allah dan larangan mempersekutukannya. Disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Dîn dalam Majmû’ah Rasâil al-Imam al-Ghazâli (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 444), sebagai berikut:
آداب الجار: ابتداؤه بالسلام، ولا يطيل معه الكلام، ولا يكثر عليه السؤال، ويعوده في مرضه، ويعزيه في مصيبته، ويهنيه في فرحه، ويتلطف لولده و عبده في الكلام، ويصفح عن زلته، ومعاتبته برفق عند هفوته، ويغض عن حرمته، ويعينه عند صرخته، ولا يديم النظر إلى خادمته
Artinya: “Adab bertetangga, yakni mendahului berucap salam, tidak lama-lama berbicara, tidak banyak bertanya, menjenguk yang sakit, berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah. Ikut bergembira atas kegembiraannya, berbicara dengan lembut kepada anak tetangga dan pembantunya, memaafkan kesalahan ucap, menegur secara halus ketika berbuat kesalahan, menundukkan mata dari memandang istrinya. Memberikan pertolongan ketika diperlukan, tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya.”
Oleh karena itu, kita perlu menerapkan adab bertetangga sesuai dengan ajaran Islam, agar hubungan dengan tetangga tetap harmonis dan terjalin tali silaturahmi yang baik.
5 Hadis Anjuran Menghormati Tetangga
Nabi Muhammad SAW melalui hadis yang disampaikan memberikan suatu cara bagaimana untuk menghormati tetangga. Diantaranya adalah;
Pertama, menghormati dan menghargai tetangga. Melakukan dua hal ini menjadi kunci sukses dalam menjalin keharmonisan bertetangga. Sebagimana dalam Hadis nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Yusuf Nabi bersabda
صحيح البخاري (8/ 11)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حِينَ تَكَلَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ» قَالَ: وَمَا جَائِزَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ، وَالضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ، فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tamunya dengan memberikan hadiah.
Rasulullah ditanya, apakah hadiah tersebut? Beliau menjawab, menjamunya sehari semalam dan memberikan hak tamu selama tiga hari, selebihnya adalah sadaqah. dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata dengan baik atau diam” [HR.al-Bukhari]
Kedua, tidak boleh mengganggu bahkan sampai menyakiti perasaan tetangga. Sebagaimana Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu harus bahwa Rasulullah SAW bersabda
حدثنا يزِيد ابن هارون قال: اخبرنا ابن أبي ذئب، عن المقبري، عن أبي شريح الكعبي بأن رسول اللَّه -صلى اللَّه عليه وسلم- قال: واللَّه لا يُؤْمِنُ، واللَّه لا يُؤْمِنُ، واللَّه لا يُؤْمِنُ. قالوا: وما ذاك يا رسول اللَّه؟ قال: الجارُ لا يَأْمَنُ جارُهُ بَوائِقَهُ. فقالوا: يا رسول اللَّه وما بوائقه؟ قال: شَرُّهُ
“Menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi’b dari Maqburi dari Abu Syuraih Al Ka’bi bahwa Rasulullah SAW bersabda: Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman dan demi Allah tidak beriman.
Para sahabat bertanya, Apa itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Seseorang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari gangguannya. Lalu mereka bertanya lagi, Apa yang dimaksud dengan gangguannya? Beliau menjawab: Keburukannya” [HR. Ahmad]
Ketiga, murah hati dan suka bersedekah kepada tetangga. Sebagaimana sabda Rasulullah riwayat Aisyah
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي جَارَيْنِ، فَإِلَى أَيِّهِمَا أُهْدِي؟ قَالَ: إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكِ بَابًا
“Dari Aisyah RA berkata, aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku mempunyai dua tetangga, kepada yang manakah dari keduanya bila aku memberikan hadiah? Beliau menjawab, Kepada yang terdekat pintu rumahnya denganmu diantara keduanya” HR. al-Bukhari.
Keempat, melakukan tegur sapa dan mengucapkan salam kepada tetangga. Sebagaimana Hadis riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: Kalian tidak akan masuk urge hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi? Sebarkanlah salam di antara kalian” HR. Muslim.
Kelima, Mengunjungi dan melakukan silaturrahim kepada tetangga. Sebagaimana Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari Rasulullah bersabda
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الجَنَّةَ، فَقَالَ القَوْمُ: مَا لَهُ مَا لَهُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَرَبٌ مَا لَهُ» فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَا» قَالَ: كَأَنَّهُ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ
“Dari Abu Ayyub Al-Anshari RA bahwa seorang laki-laki berkata, wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga. Sekelompok kaum berkata, Ada apa dengan orang ini? Maka Rasulullah SAW bersabda, biarkan urusan orang ini.
Lalu Nabi SAW melanjutkan sabdanya, Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan shalat dan membayar zakat serta menjalin tali silaturrahmi. Abu Ayyub berkata bahwa Nabi bersabda disaat berada di atas kendaraannya” HR. al-Bukhari.
Dengan melakukan ini semua tentunya kita memiliki suatu harapan agar hidup rukun, damai dan saling membantu dengan tetangga kita. Demikian penjelasan tentang menghormati tetangga yang sesuai dengan sunnah Nabi.
