Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Puasa Sebagai Media Self Control

Abi Abdul Jabbar Sidik
14 March 2024 | 11:00
rubrik: Islamika, Renungan Hati
Puasa Sebagai Media Self Control

Ilustrasi Self Control (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Di antara tujuan puasa adalah latihan untuk mengontrol diri, self-control. Mengendalikan diri sendiri bukan perkara mudah. Sebab itu, selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam dilatih untuk mengontrol dirinya, belajar untuk  mengendalikan hawa nafsu, fokus pada perintah Allah, tidak terlena godaan setan dan maksiat.

Orang yang mampu mengontrol diri, menjaga diri agar tidak terjebak pada kemaksiatan, dan mendorong dirinya untuk terus-menerus melakukan perintah Allah, diistilahkan al-Qur’an dengan orang yang bertakwa (al-Muttaqin). Inilah yang menjadi tujuan utama puasa. Seperti disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 183:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Artinya:

“Wahai orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa, sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian, semoga kalian menjadi orang yang bertakwa.” (QS: Al-Baqarah ayat 183)

Imam Fakhruddzi Arrazy, dalam Mafatihul Ghaib, ketika menafsirkan ayat ini menjelaskan bahwa puasa melahirkan ketakwaan, yang mana salah satu tujuan takwa itu adalah untuk meredam dan mengontrol hawa nafsu. Ada banyak kesalahan dan kemaksiatan yang lahir dari hawa nafsu, terutama nafsu yang timbul perut dan kemaluan.

Sayyidina Ali bin Abu Thalib mengatakan, “Anak Adam dapat binasa karena dua anggota tubuh: perut dan kemaluan.”

Apa yang dikatakan Sayyidina Ali ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah pernah ditanya, faktor apa yang membuat orang banyak masuk surga? Nabi SAW menjawab, ‘Taqwa dan akhlak yang bagus.’ Kemudian Nabi ditanya lagi, apa yang menyembabkan banyak orang masuk neraka? “Dua anggota tubuh: perut dan kemaluan,” jawab Nabi (HR: Ibn Majah).

Ada banyak kerusakan di dunia ini terjadi karena manusia tidak bisa mengontrol perut dan kemaluaannya. Puasa merupakan salah satu latihan terbaik untuk mengendalikan perut dan kemaluan. Itulah tujuan hakikat dari puasa. Kalau manusia sudah mampu mengendalikan nafsunya, kedekatan dirinya dengan Allah SWT juga akan semakin terjalin, dan semakin termotivasi untuk beribadah pada Allah SWT.

See also  Edaran Ramadan, Menag Ajak Jaga Ukhuwah Sikapi Potensi Beda Awal Puasa
Tags: puasaRAMADHANself control
Previous Post

Tahun Ini Tidak Ada Jemaah Haji Indonesia yang Ditempatkan di Mina Jadid

Next Post

Unesa siapkan beasiswa bagi pelajar Sekolah Indonesia di Arab Saudi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks