“Tuntutlah ilmu walau sampai negeri China,”
IBADAH.ID, China – Begitu peribahasa Arab bilang. Bahkan ada yang bilang pesan itu merupakan hadits, meski lemah derajatnya dan disangsikan keshahihannya.
Boleh jadi, petuah yang termasyhur di kalangan umat Islam itu menjadi pertanda tentang posisi strategis bangsa dan negeri China sebagai sebuah peradaban.
Sehingga tak heran bila kini banyak orang untuk melawat ke negeri Tirai Bambu itu. Tak terkecuali, kaum muslim dari penjuru dunia. Bahkan, selain banyak pilihan paket wisata muslim ke China, ada pula paket umrah plus China.
Biasanya sebagian orang yang melancong ke China lantaran di negeri ini ada Tembok Besar atau Lapangan Tiananmen. Tapi, bagi umat Islam, ada beberapa destinasi yang merupakan jejak masuknya Islam ke daratan tersebut. Terutama di kota Guangzhou yang menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di China.
Selain dibawa para pedagang Arab melalui jalur sutera. Sejarah mencatat bahwa Islam masuk ke China semasa di bawah kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (651H).
Kala itu Saad bin Abi Waqqas adalah utusan yang dikirim Amirul mukminin ke negeri China untuk menemui Yung Wei, raja dari Dinasti Tang. Dimana kala itu, China pun tengah berada di masa keemasan.
Lewat hubungan perdagangan hingga hubungan kerjasama lainnya, maka suku Hui Chi yang menjadi suku terbesar di China, kala itu menerima kedatangan Islam.
Kini suku Hui –yang memeluk agama Islam— tersebar di hampir seluruh provinsi di China. Namun terkonsentrasi di Ningxia, Hainan, Gansu, Yunnan dan Qinghai.Bahkan Ningxia adalah daerah otonomi bagi suku muslim Hui.Lantas di mana saja desatinasi wisata peradaban Islam yang ada di China? Berikut adalah spot-spot yang layak dikunjungi umat Islam saat melawat ke negeri ini selain Tembok Besar China yang konon terkenal.
Masjid Tua Huaisheng

Masjid Huaisheng terletak di Guangzhou, kota pelabuhan dan termasuk kota tertua di China sekaligus menjadi ibukota Provinsi Guangdong. Guangzhou merupakan kota terbesar di dunia di abad ke-19. Di Guangzhou juga terdapat Festival Musim Semi tahunan yang memperlihatkan koleksi bunga tak tertandingi.
Masjid Huaisheng berdiri di atas lahan seluas 2.966 meter persegi. Sejarah mencatat, masjid ini didirikan oleh Saad bin Abi Waqqas pada abad ke-7. Huaisheng berarti rindu.
Sebuah kerinduan yang ditujukan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW). Masjid ini dikenal sebagai Masjid Guangtasi yang artinya mercusuar. Lantaran menaranya setinggi 36,3 meter berbentuk mercusuar di atasnya tedapat kubah.
Konon menara ini menjadi bangunan tertinggi di daerah ini. Selain sebagai mercusuar yang memandu kapal-kapal laut, menara juga digunakan untuk mengumandangkan adzan.
Selain dinamai masjid Huaisheng dan Guangtasi, masjid ini memiliki banyak nama seperti Masjid Agung Canton, Masjid Hwai Sun Su, Masjid Ying Tong, Masjid Huai-Shang, dan Masjid Huai-Shang Si.
Masjid yang sudah mengalam beberapa kali renovasi ini terakhir dirombak pada tahun 1350M semasa kekuasaan dinasti Yuan dibawah kaisar Zhizheng (1341M-1368M). Dan dibangun ulang pada tahun 1695M di masa kekuasaan Kaisar Kangzi dari dinasti Qing setelah hancur karena kebakaran.
Sepintas, dari luar masjid ini lebih mirip bangunan kuil. Bangunan batu bata merah dengan atap berwarna hijau itu di atas pintu gerbangnya terpampang tulisan “Masjid Huaisheng Guangta”.
Selain masjid yang berusia lebih dari 1300 tahun ini ada pula Masjid Xian yang menjadi pusat pendidikan agama Islam di China. Ada juga masjid Niu Jie di Beijing dan Masjid Jingjue di Nanjing yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi.
Nah, selain itu berikut ini beberapa objek wisata muslim yang memang dikembangkan oleh pemerintah China. Diantaranya adalah perkampungan muslim suku Hui, di Wuzhong, Sungai Kuning di Zhongwei, ChineseYellow River Altar di Wuzhong, Gurun Pasir Shapotou, Najia Great Mosque di Yinchuan, dan Desert Shahu Scenic Spot di Shizuishan.
Kampung Muslim Suku Hui, Wuzhong
Terletak di distrik Ningxia,terdapat sebuah kampung yang seluruh penduduknya muslim bernama Suku Hui. Rasanya inilah tempat yang tepat bagi traveler yang ingin mengetahui seluk beluk Islam di China. Di kampung ini, wisatawan tidak hanya bisa melihat rumah, tapi bisa juga mengunjungi sekolah khusus muslimah.
Masjid Besar Najia,Yinchuan

Masih di Ningxia, terdapat masjid terbesar bernama Najia Great Mosque yang terletak di Yinchuan, Ningxia. Masjid ini dilengkapi kubah yang terbuat dari emas dan sungguh megah. Tidak hanya itu, warna emas yang menjadi ciri khas China, tidak hanya mendominasi bagian luar, tapi bagian interior pun sama mewahnya. Pengelola mewajibkan wisatawan untuk mengenakan busana muslim bagi yang ingin memasuki kawasan masjid tersebut.
ChineseYellow RiverAltar, Wuzhong

Di tempat ini wisatawan akan menyaksikan perpaduan budaya China kuno dengan muslim lewat arsitektur dan beragam budaya lainnya. Semisal bentuk pintu gerbang yang menyerupai kubah masjid namun dibalut dengan budaya China. Chinese Yellow River Altar di Wuzhong ini terbentang sepanjang satu kilometer.Di sinilah, traveller bisa menyaksikan Sungai Kuning dengan jelas.
Desert Shahu Scenic Spot, Shizuishan
Hamparan padang pasir yang satu ini tak kalah menariknya. Bahkan destinasi ini menjadi pilihan banyak wisatawan muslim saat melancong ke China. Di kawasan wisata Desert Shahu Scenic Spot, yang tak jauh dari Sand Lake di Shizuishan ini traveller bisa berkeliling dengan menunggangi unta atau sekadar menikmati luasnya hampara pasir sembari menyaksikan pertunjukan sulap.
Saat berada di kota Guangzhou, Anda tak usah kuatir kesulitan mendapatkan makanan halal. Sebab, sebagai kota yang disebut-sebut menjadi salah satu pusat perkembangan Islam ini memiliki beberapa tempat wisata kuliner. Ada dua daerah yang menjadi favorit para wisatawan muslim di Guangzhou, yakni sepanjang jalan Huanshi Lu dan kawasan Shanyuanli.
Di antaranya adalah Nuerbostan Restaurant yang ada di Tianhe dan Dongfeng Road. Ada juga Brothers Muslim Restaurant yang ada di distrik Dongshan.
Guangzhou juga diramaikan dengan restoran ala Turki, seperti Ottoman Turkish Restaurant yang ada di Huanshi Dong Road atau Bosphorush Turkish Restaurant yang ada di Huanshi Zhong Road. Sementara restoran muslim yang ada di kawasan Shanyuanli bernama Qinghai Muslim Restaurant dan Salam Harbor Restaurant.
Bagi yang suka jajanan kaki lima, bisa menyambangi Yuexiu. Di kawasan ini Anda akan melihat sejumlah pria yang menjual sate sambil bersepeda. Mereka ini adalah warga muslim etnik Hui yang bisa dikenali melalui baju koko yang digunakan plus topi tarbusy –penutup kepala khas pria muslim Hui.
