HIMPUHNEWS – Sebanyak 6.252.097 jemaah berziarah dan melakukan ibadah di Masjidi Nabawi selama seminggu terakhir. Jumlah ini mengalami peningkatan lebih dari 500.000 jamaah dibandingkan minggu sebelumnya.
Dilansir dari Saudi Press Agency pada Rabu (08/11/2023), Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah mengintensifkan upaya lapangan dan pembinaannya untuk melayani jemaah yang berkunjung ke Masjid Nabawi.
Langkah-langkah terstruktur yang diterapkan oleh Departemen Manajemen Kerumunan (Crowd management Department)) di Masjid Nabawi memungkinkan 134.547 jemaah untuk melaksanakan ibadah di Rawdah Suci (area antara makam Nabi Muhammad dan mimbar di Masjid Nabawi) dengan damai dan tenang. Diketahui pada periode yang sama, sebanyak 493.147 orang mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW.
Masjid Nabawi yang banyak dikunjungi jamaah memerlukan upaya lebih lanjut dari berbagai badan kerja, termasuk Direktorat Bimbingan yang memberikan layanan kepada jamaah dalam berbagai bahasa dan materi bimbingan kepada pengunjung di lima lokasi di Masjid Nabawi. Lokasi tersebut antara lain berada di gerbang 336, 328, 364, 301 dan 316.
Upaya lainnya termasuk memberikan layanan lapangan selama 24 jam perhari, mengawasi keteraturan program sterilisasi, pembersihan, menyediakan air, mengatur pintu masuk dan keluar, program panduan melalui monitor elektronik, dan menindaklanjuti kondisi cuaca untuk melindungi jamaah saat hujan dan gelombang panas.
Akomodasi Haji sudah bisa didaftarkan
Sementara itu, pihak berwenang di kota suci Madinah telah mengumumkan dimulainya pendaftaran penyediaan layanan akomodasi bagi jamaah haji Muslim pada ibadah haji tahun depan 2024M/1445H.
Pemerintah Kota Madinah, meminta penyedia layanan khusus akomodasi dan katering untuk mengajukan permohonan dengan dokumen yang diperlukan melalui tautan: investment.amana-md.gov.sa/HajEasha di platform Kementerian Haji.
Ini adalah bagian dari persiapan awal musim haji dari pemerintah Arab Saudi untuk calon jemaah haji agar mendapatkan akomodasi dan tempat tinggal di kota tersebut.
Arab Saudi juga telah menetapkan aturan untuk musim haji mendatang dan menekankan persiapan awal. Berdasarkan aturan ini, tidak ada tempat khusus yang akan diberikan kepada negara-negara di situs suci Saudi pada musim ziarah baru, kata Menteri Haji kerajaan Tawfeeq Al Rabiah.
Dia menjelaskan bahwa tempat untuk negara yang berbeda akan ditentukan tergantung pada penyelesaian kontrak.
“Negara yang menandatangani kontrak lebih awal akan diberi prioritas untuk mengambil tempat yang sesuai di tempat-tempat suci,” katanya.
Penerbitan visa haji akan dimulai pada tanggal 1 Maret dan berakhir pada tanggal 20 Syawal, bulan ke 10 kalender Islam yang bertepatan dengan tanggal 29 April.
Kedatangan jemaah haji di Arab Saudi akan dimulai pada tanggal 1 Dzul Qaidah, bulan Islam ke-11, tepatnya tanggal 9 Mei. Mekanisme baru ini bertujuan untuk memudahkan persiapan ibadah haji yang merupakan kewajiban wajib umat Islam.
