MADANINEWS.ID, MAKKAH — Untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi para tamu Allah di Masjidi Haram, Pemerintah Arab Saudi terus berupaya menghadirkan berbagai layanan, salah satunya adalah layanan digital untuk kemudahan beribadah.
Dilansir dari gulfnews Selasa (07/11/2023), sebagai bagian dari komitmen transformasi digital Kerajaan Arab Saudi dan bagian dari visi Saudi 2030, Masjidil Haram telah memiliki sejumlah layanan digital yang ditawarkan kepada jemaah haji dan umrah yang berkunjung.
Otoritas Perawatan Dua Masjid Suci menyebut Masjidil Haram menyediakan layanan keagamaan dan kesadaran digital melalui fitur barcode.
Hal ini mencakup presentasi visual tentang ritual ibadah, penjelasan multibahasa tentang agama Islam, buku peningkatan kesadaran, dan tips bagi peziarah yang membawa anak-anak di Masjidil Haram.
Sebelumnya Otoritas Perawatan Dua Masjjid Suci juga telah memperkenalkan sejumlah layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Masjidil Haram.
Layanan pintar itu termasuk robot untuk sterilisasi, disinfeksi, pemandu pengunjung dan peziarah tentang ritual, sekaligus memberikan fatwa tentang pertanyaan dari peziarah.
“Ada kemungkinan penambahan interpretasi simultan dari berbagai bahasa dunia dan komunikasi jarak jauh dengan para cendekiawan,” ucap Wakil kepala urusan teknis, transformasi digital, dan kecerdasan buatan di Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Eng. Wesam bin Mohammed, dikutip di Gulf New.
Dia juga merujuk pada robot sensor tiga dimensi, yang digunakan untuk memberikan hadiah kepada jamaah.
Eng Wesam bin Mohammem menyebut teknologi modern, platform elektronik, aplikasi digital dan pedoman AI membantu dalam mengimplementasikan rencana operasi. Keberadaannya juga dapat membantu memenuhi kebutuhan jamaah di Masjidil Haram saat melakukan ritual, dengan memberi mereka akses layanan yang lancar dan mudah.
Ia lantas menjelaskan perihal Platform Layanan Digital, sebuah portal yang menggabungkan beberapa layanan elektronik. Termasuk di dalamnya berkaitan dengan Itikaf, reservasi untuk jamuan buka puasa, pengajuan laporan dan meminta asisten untuk ritual mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram.
Di sisi lain, dalam sebuah pernyataan Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengatakan pihaknya terus melanjutkan rencana pengembangan layanan yang komprehensif di kedua lokasi tersebut.
