Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Sebulan Terakhir, Kualitas Polusi Udara di Jakarta ada di Zona Merah

Abi Abdul Jabbar Sidik
25 August 2023 | 12:00
rubrik: News, Nusantara
Sebulan Terakhir, Kualitas Polusi Udara di Jakarta ada di Zona Merah

Polusi Jakarta. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Selama sepekan ini, kualitas udara Jakarta terburuk terjadi pada Selasa (25/7/2023), dengan rata-rata harian mencapai 164 poin. AQI US mengklasifikasikan kualitas ini tidak sehat dan berada di zona merah.

Dua hari setelahnya, Rabu dan Kamis, skor kualitasnya pun mencapai 161 poin. Kualitas udara ini masuk kategori tidak sehat.

Sementara pada hari ini, Jumat (28/7/2023), skor kualitas udara Jakarta berada di angka 156 poin. Skor ini masih masuk kategori tidak sehat.

Jika dilihat selama sebulan, rerata harian skor kualitas udara Jakarta didominasi tidak sehat, yakni zona oranye dan merah. Zona oranye menunjukkan udara tidak sehat bagi kelompok sensitif. Skornya di Jakarta mencapai 113-146 poin.

Sementara itu, kualitas udara sedang hanya terjadi dua kali, yakni pada Kamis (29/6/2023) sebesar 81 poin dan Minggu (9/7/2023) sebesar 100 poin.

Data IQAir juga menunjukkan, polutan utama udara Jakarta adalah PM2,5 dengan konsentrasi 47 µg/m³ atau mikrogram per meter kubik pada Jumat (28/7/2023). Nilai ini 9,4 kali lebih tinggi dari panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun standar kualitas udara ideal WHO memiliki bobot konsentrasi PM 2,5 antara 0 sampai 5 mikrogram per meter kubik.

Secara sebaran daerah, Kemang V menempati posisi pertama dengan kualitas udara terburuk di Jakarta, yakni 163 poin pada Jumat (28/7/2023) pukul 11.00 WIB. Disusul Gordi HQ (162 poin) dan Gelora Bung Karno atau GBK (161 poin).

Melansir Liputan6.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebut 70% buruknya kualitas udara dipengaruhi sektor transportasi. DLH pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas menggunakan mobil pribadi.

Berikut parameter kualitas udara berdasarkan AQI US:

  • Hijau (0-50): bagus
  • Kuning (51-100): sedang
  • Oranye (101-150): tidak sehat bagi kelompok sensitif
  • Merah (151-200): tidak sehat
  • Ungu (201-300): sangat tidak sehat
  • Maroon (lebih dari 301): berbahaya
See also  Kasus Covid-19 Meningkat, Saudi Tutup Puluhan Masjid
Tags: polusipolusi jakarta
Previous Post

Wasekjen MUI Minta Program Self-Declare Halal Dihentikan Sementara

Next Post

Wapres Dukung Pengembangan Industri Kesehatan Syariah Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks