Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tahapan Pelaksanaan Ibadah Haji, dari Keberangkatan hingga Kepulangan

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 July 2018 | 17:11
rubrik: Dunia Islam
Tahapan Pelaksanaan Ibadah Haji, dari Keberangkatan hingga Kepulangan

Jamaah Haji Bersujud Syukur setibanya di tanah suci. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Jakarta – Menunaikan ibadah haji hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi laki-laki maupun perempuan yang mampu. Lantaran hanya wajib dilakukan sekali seumur hidup dan dengan biaya yang tak sedikit, kaum muslim yang hendak berhaji sebaiknya mengetahui tata caranya secara detail terutama terkait syarat dan rukunnya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, alur keberangkatan (penyelenggaraan) jamaah haji Indonesia dibagi dalam dua gelombang. Untuk keberangkatan jamaah haji reguler tahun ini sesuai dengan agenda rencana perjalanan haji, rangkaian pelaksanaan akan berlangsung mulai tanggal 17 Juli 2018. Karena itu, calon jamaah haji (calhaj) jauh sebelum pemberangkatan, musti sudah mengikuti manasik.

Harus diakui, manasik haji sangatlah penting. Apalagi bagi mereka yang baru pertama kali menunaikan rukun Islam kelima ini. Biasanya, dalam manasik akan dijelaskan antara lain tata cara ibadah haji, rukun haji, tips materi haji, termasuk adab ketika berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

Berikut adalah tahapan-tahapan ibadah haji yang akan dilalui oleh jamaah haji Indonesia.

Tahap Pertama

Di tahap pertama ini, untuk jamaah haji gelombang I, akan terbang menuju Madinah. Setelah melalui penerbangan selama 9-10 jam, jamaah akan landing (mendarat) di Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

Setibanya di Madinah, jamaah akan menetap selama delapan hari untuk melakukan shalat arbain (40 waktu) di Masjid Nabawi. Usai melakukan arbain, jamaah menuju Mekkah dengan mengambil miqat di Dzu Hulaifah atau lebih dikenal dengan Bir Ali.

Sementara untuk gelombang II, mengingat waktu haji sudah semakin dekat, jamaah langsung diterbangkan menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Kelompok terbang (kloter) jamaah haji Indonesia biasanya ditandai dengan bendera Merah Putih, sehingga ketika ada yang tersesat atau lepas dari rombongan bisa mencari tanda itu. Setiap jamaah juga mengenakan tanda pengenal dan ciri-ciri khusus.

See also  KAMMI dan MPR Sepakat Tidak Ada Dikotomi Islam dan Nasionalis

Biasanya, jamaah gelombang II ini langsung menggunakan pakaian ihram ketika berada di Jeddah, bahkan ada yang menggunakan satu jam sebelum pesawat landing di Jeddah. Setelah mengenakan kain ihram, dan niat jamaah menuju ke Mekkah menggunakan bus untuk umrah.

Tahap Dua

Setibanya di Mekkah, jamaah melaksanakan thawaf, sai umrah di Masjidil Haram. Seperti kita ketahui, thawaf adalah mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali putaran. Bagi jamaah laki-laki, saat thawaf pundak kanan ihram terbuka. Putaran thawaf dimulai dari garis Hajar Aswad (ditandai dengan garis/lampu hijau) dengan beristilam. Boleh berdoa menggunakan bahasa Indonesia atau daerah. Setelah selesai sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Dilanjutkan dengan sai dari shafa ke marwa dengan membaca niat di bukit shafa menghadap kabah. Bagi jamaah laki-laki lari-lari kecil di bathul wadi ditandai dengan lampu hijau. Setelah thawaf melakukan tahallul, umrah pun selesai. Usai umrah jamaah akan bermukim di Mekkah hingga tanggal 8 Dzulhijjah untuk berhaji.

Tahap tiga, empat dan lima

Setelah 8 Dzulhijjah, umumnya jamaah dari Mekkah menggunakan pakaian ihram menuju Arafah untuk melakukan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah. Kemudian malamnya langsung ke Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina.

Tahap enam

Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah mulai menuju Mina untuk melakukan lontar jumrah Aqobah. Meski pemerintah Saudi telah membangun tempat lempar jumrah tiga tingkat, sebaiknya melempar jumrah dilakukan pada pagi atau dini hari. Sebab kondisi jamaah padat dan berdesak-desakan.

Tahap tujuh

Sebagian jamaah berangkat ke Mekkah untuk thawaf ifadah dan sai (10 Dzulhijjah sore-malam) di Masjidil Haram. Jamaah kembali mabit (menginap) di Mina hingga 12-13 Dzulhijjah.

Tahap delapan

Sebagian jamaah kembali ke Mina dan lempar tiga jumrah pada 11 dan 12 Dzulhijjah. Lempar jumrah (Ula, Wustha dan Aqobah) pada 11 Dzulhijjah.

See also  Hajar Aswad, Batu Surga yang Jadi Rebutan Manusia

Tahap sembilan

Sebagian jamaah melakukan thawaf wada (thawaf perpisahan) di Masjidil Haram Mekkah pada 12 Dzulhijjah. Thawaf wada ini dilakukan tanpa sai, sebab kegiatan ini merupakan akhir dari rangkaian haji. Selanjutnya bersiap kembali untuk kembali diterbangkan ke Tanah Air.

Tags: hajiadab hajitahapan haji
Previous Post

Ziarah ke Makam Bung Hatta, Menkop UKM Ingatkan Pentingnya Memperjuangkan Koperasi

Next Post

Dubes RI untuk Myanmar Kunjungi Rumah Sakit Indonesia di Rakhine

Comments 2

  1. Abel says:
    6 years ago

    Baik

    Reply
  2. Newsteen says:
    6 years ago

    oh sesudah tiba langsung thawaf yah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks