IBADAH.ID, Jakarta – Meningkatnya jumlah muslim traveller dalam beberapa tahun belakangan membuat industri halal kian berkembang. Mulai industri makanan, perhotelan hingga kawasan wisata semua mulai mengusung konsep halal demi menarik para wisatawan muslim mancanegara.
Tak ketinggalan, berbagai maskapai penerbangan pun turut meramaikan industri halal, dengan menyediakan menu halal khusus bagi para penumpang yang beragama muslim.
Sebut saja maskapai penerbangan asal jepang, Japan Airlines (JAL) yang mempertimbangkan untuk menyediakan menu washoku halal bagi penumpang kelas bisnisnya.
Regional Manager JAL Indonesia, Motoharu Taki menuturkan Washoku adalah salah satu ciri khas penerbangan kelas bisnis JAL. Washoku adalah salah satu jenis kuliner Jepang tertua berupa satu set makanan yang terdiri dari nasi, sup, lauk pauk seperti daging, ikan dan sayuran yang dimasak dengan berbagai cara baik itu direbus, dikukus, digoreng, ditumis atau dibakar.
Selain lezat dan bergizi, washoku merupakan masakan yang dibuat untuk menghargai rasa asli dari bahan-bahannya, sehingga bumbu yang digunakan pun tidak terlalu banyak. Makanan ini merupakan salah satu makanan berkelas di Jepang
“Kami mencoba membuat Washoku halal. Aslinya kan pakai sake, kalau halal berarti tidak bisa pakai sake,” kata Taki di Jakarta, Senin (9/7/2018).
Taki menuturkan, pertimbangan untuk membuat washoku halal ini seiring dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan muslim yang datang ke Jepang.
Ia menambahkan tim JAL masih melakukan pengembangan dan riset untuk membuat menu Washoku tanpa sake, namun memiliki cita rasa yang sama Washoku yang asli. Taki belum tahu kapan JAL sungguhan membuat Washoku halal.
“Mungkin di masa depan, kita bisa punya Washoku halal,” papar Taki.
Kendati demikian, para penumpang JAL tak perlu khawatir soal ketersediaan makanan halal di JAL. Menurut Manajer JAL Indonesia Benny Herlian, untuk penumpang kelas ekonomi sudah bisa memesan makanan halal. Hanya Washoku yang belum ada versi halalnya.
“Kalau halal food sudah ada buat penumpang kelas ekonomi. Saat memesan tiket pesawat, penumpang bisa memilih makanan halal jika diperlukan,” pungkas Benny. (Abi)
