Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

4 Hal Yang Merusak Pahala Puasa

Abi Abdul Jabbar Sidik
3 April 2023 | 11:00
rubrik: Indeks
Muslim Terbaik Adalah yang Meninggalkan Perbuatan yang Tidak Bermanfaat
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Pada sebuah hadis yang bersumber dari Imam Muslim, Nabi menjelaskan tentang keutamaan bulan suci Ramadhan. Orang-orang yang melaksanakan puasa di bulan suci Ramadhan dengan ikhlas dan penuh pengharapan, niscaya segala dosa dan kesalahannya akan diampuni oleh Allah SWT.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ. ثُمَّ قَالَ: وَمَنْ وَافَقَ رَمَضَانَ بِصِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah SAW  bersabda: “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa melaksanakan shalat malam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka akan dihitung seakan-akan dia telah berpuasa selama setahun.”

Kemudian beliau bersabda: “Dan barang siapa berjumpa dengan bulan Ramadhan dengan berpuasa dan beribadah di dalamnya, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Akan tetapi dalam hadis lain, Nabi juga mengingatkan dalam sabda, bahwa banyak sekali orang yang berpuasa Ramadhan, akan tetapi tidak mendapatkan pahala puasa, melainkan hanya menahan lapar dan haus saja. Alangkah celakanya, orang yang susah-susah puasa, akan tetapi tidak memperoleh apapun dari pahala puasanya.

  كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i).

Lantas, perkara  apa yang merusak pahala puasa? Berikut 4 perkara yang merusak pahala puasa yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad.

See also  Bolehkan Anak Menasehati Orang Tua?

Pertama, berkata bohong. Dalam Islam, seseorang yang suka berkata dusta, maka ia tidak akan mendapatkan pahala puasa, hanya sekadar menahan rasa lapar dan dahaga semata. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis bersumber dari Imam Bukhari yang menjelaskan faktor yang dapat mengurangi pahala puasa;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، مَنْ لَمْ يَدعْ قَوْلَ الزُّورِ والعمَلَ بِهِ فلَيْسَ للَّهِ حَاجةٌ في أَنْ يَدَعَ طَعامَهُ وشَرَابهُ

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalan dusta serta kebodohan maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

Kedua, Menggunjing orang lain. Tindakan tersebut masuk juga pada perkara yang mengurangi dan merusak pahala puasa.  Penjelasan ini sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadisnya;

  خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبةُ

Artinya: “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu” (HR Ad-Dailami).

Ketiga, mengadu domba sesama manusia. Dalam sebuah hadis Nabi mengatakan bahwa yang menyebabkan rusak dan hilangnya pahala puasa ialah mengadu domba, ghibah, dan berdusta pada orang lain. Seyogianya orang beriman meninggalkan hal tersebut saat puasa.

  خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ الْغِيبَةُ وَالنَّمِيمَةُ وَالْكَذِبُ وَالْقُبْلَةُ وَالْيَمِينُ الْفَاجِرَةُ

Artinya, “Lima hal yang menyebabkan batalnya puasa, yaitu: ghibah, mengadu domba, berdusta, ciuman, dan sumpah palsu.”

Keempat, mengumpat dan berkata-kata kasar. Perkara ini termasuk hal yang membatalkan pahala puasa. Hal ini dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarah al Muhadzab berikut;

قال النووي في كتابه “المجموع” : “ويحصل الفساد في الصوم بالشتم والقذف والشحناء والبغضاء وما أشبه ذلك”.

Artinya: Imam Nawawi dalam kitab “Al-Majmu’” berkata, “Puasa dapat rusak karena mengumpat, mencela, memaki, bermusuhan, dan sejenisnya,” [Imam Nawawi Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, 6 halaman 355].

Tags: pahala puasapuasaRAMADHAN
Previous Post

KUMKM di Pandeglang Didorong Dikembangkan dengan Pendekatan Klaster

Next Post

Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 183: Tentang Falsafah Puasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks