IBADAH.ID, Jakarta – Untuk merngantisipasi cuaca panas selama musim haji tahun 1439H/2018M Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah perlengkapan yang akan dibagikan kepada jemaah haji reguler Indonesia.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka menuturkan cuaca panas di Arab Saudi saat musim haji tahun ini diperkirakan mencapai 53 drajat celcius.
“Untuk menghadapi risiko gangguan kesehatan, kami telah menyiapkan satu set perlengkapan, terdiri dari kacamata ultraviolet, payung, topi, botol minum, masker, dan semprotan untuk muka,” kata Eka di Jakarta, Sabtu (07/07).
“Kacamata hitam sebagai pelindung diri dari debu dan cuaca panas, masker alat pelindung diri juga,” sambungnya.
Eka mengatakan Cuacasebagian perlengkapan akan dibagikan saat jemaah di embarkasi Tanah Air. Misalnya, botol air minum dan semprotan air. “Saat di embarkasi, kami juga akan membagikan cream atau balsem penghilang rasa pegal,” tuturnya.
Sedang sebagian perlengkapan lainnya, akan dibagikan di hotel jemaah, Makkah atau Madinah, saat kegiatan penyuluhan kesehatan. “Kami juga siapkan doorprize bagi jemaah saat kegiatan penyuluhan di hotel,” terangnya.
Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan 20.400 sandal. Sandal ini akan diberikan kepada jemaah yang kehilangan sandal saat di masjid, baik Masjidil Haram maupun Nabawi.
“Ada yang kehilangan sandal di masjid pulangnya nggak pakai alas kaki apa-apa, jalan di aspal yang panas, ya melepuh kakinya,” cerita Eka.
Eka menambahkan, tim kesehatan haji 2018 akan menyediakan 70 ton obat-obatan dari berbagai macam jenis penyakit untuk mengantisipasi jika jamaah haji mengalami gangguan kesehatan.
“Obat-obatan saluran pernapasan, flu, batuk, obat jantung ada, hipertensi ada. Pengganti cairan juga ada. Semua yang dibutuhkan oleh jemaah haji, yang diperlukan untuk semua penyakit,” tandasnya.
Ditambahkan Eka, Kemenkes saat ini juga tengag menyiapkan layanan Klinkk Kesehatan Haji Indonesia di Bandara Jeddah. Saat ini, layanan tersebut masih dikoordinasikan dengan Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah.
