MADANINEWS.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Festival Masjid Nasional (FMN) tahun 2022. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib menegaskan, festival yang baru pertama kali digelar ini merupakan upaya memakmurkan masjid.
“Melalui Festival Masjid Nasional ini, kita ingin mengajak masyarakat back to masjid, memakmurkan masjid untuk membangun umat. Jadi melalui festival ini kita berharap masyarakat kembali ke masjid untuk membangun umat dan bangsa,” kata Adib di Jakarta, Senin (8/8).
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini berharap, Festival Masjid Nasional menjadi bagian dari umat Islam di Indonesia. “Jadi Festival Masjid Nasional ini harus menjadi bagian dari umat Islam, bukan hanya Ditjen Bimas Islam Kemenag saja, tetapi menjadi bagian dari umat Islam di Indonesia,” haranya.
Adib yang ditunjuk menjadi Ketua Panitia Festival Masjid Nasional ini menambahkan, sesuai rencana, acara puncak Festival Masjid Nasional akan berbarengan dengan penyerahan Masjid Muhammad Bin Zayed (MBZ) di Solo pada pertengahan November mendatang.
“Insyaallah puncak Festival Masjid Nasional ini akan bersamaan dengan peresmian Masjid Muhammad Bin Zayed, sekaligus groundbreaking pembangunan Islamic Center yang rencananya akan dibangun di dekat Masjid Muhammad Bin Zayed,” tambahnya.
“Festival Masjid Nasional ini menjadi bagian penting dari kegiatan yang tertuang dalam roadmap penguatan peran masjid berbasis moderasi beragama. Ini sesuai dengan program prioritas Menteri Agama di bidang kemasjidan,” ujar Adib.
Dia menegaskan, masjid merupakan tempat yang strategis dan penting untuk memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Karenanya, kata dia, Festival Masjid Nasional tidak bisa lepas dari upaya memperkuat peran masjid berbasis moderasi beragama.
“Rangkaian dari kegiatan Festival Masjid Nasional ini semuanya menampilkan program-program kemasjidan yang tentu orientasinya penguatan peran masjid berbasis moderasi beragama,” kata mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.
Selain DMI, Adib juga menyatakan perlunya sinergi dengan Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag. Selain memiliki hampir 10 ribu dai yang telah mendapatkan penguatan kompetensi, pungkas Adib, Ditpenais juga memiliki 50 ribu Penyuluh yg aktif berdakwah di masjid, majelis taklim, dan komunitas masyarakat lainnya.
Sementara itu, Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Abdullah Alkholis mengungkapkan, pendaftaran Festival Masjid Nasional ini mulai dibuka pada akhir Agustus mendatang dengan sejumlah syarat dan ketentuan.
“Nanti kita akan kirim Surat Edaran ke seluruh Kanwil Kemenag Provinsi terkait syarat dan ketentuannya untuk kemudian disebarkan secara luas kepada masyarakat,” katanya.
