Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

BI: Pelemahan Rupiah Akibat Ekonomi Ribawi

Abi Abdul Jabbar Sidik
3 July 2018 | 12:09
rubrik: Ekonomi Syariah
BI: Pelemahan Rupiah Akibat Ekonomi Ribawi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Jakarta-Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai situasi nilai tukar rupiah yang terus melemah bahkan menyentuh angka Rp. 14.346 per-hari ini (Selasa, 03/07/2018) disebabkan oleh sistem ekonomi ribawi dan jawaban untuk situasi seperti ini adalah ekonomi syariah.

“Saya merasa yakin, (gangguan stabilitas) ini juga bagian dari ekonomi yang riba,” kata Perry saat acara halal bil halal dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta, Jumat malam (29/6/2018).

Perry menuturkan untuk mengatasi serangan spekulasi dari global yang membuat stabilitas nilai tukar rupiah terganggu, BI telah melakukan peningkatan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate” 50 basis poin (bps) dilakukan

“Kalau bisa membuat ekonomi syariah makin maju di Indonesia, mestinya kebutuhan untuk melakukan intervensi atau menaikkan suku bunga bisa dikurangi,” terang Perry.

Ia juga menyinggung keberadaan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) harus mampu menjalankan strategi nasional pengembangan ekonomi keuangan syariah sebagai arus baru pengembangan ekonomi di Indonesia.

Perry menyoroti kondisi ekonomi syariah Indonesia yang tertinggal bahkan dari negara-negara yang notabene penduduknya bukan mayoritas Islam seperti Thailand dan Australia. Karenanya, ia mengajak semua pihak untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam perekonomian syariah.

Menurut Perry, salah satu langkah yang harus dilakukan untuk memajukan ekonomi syariah Indonesia antara lain memajukan industri ekonomi halal dalam suatu jejaring yang terus berkembang, baik melalui basis pesantren atau asosiasi pengusaha.

Kemudian, Perry juga mengatakan mengenai perlunya pengembangan perbankan dan keuangan syariah sekaligus instrumen keuangan syariah.

“Juga pengembangan riset, edukasi, wirausaha, dan kampanye halallifestyle di Indonesia,” pungkasnya.

See also  OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah Berbasis Masjid dan Pesantren
Tags: Bank IndonesiaEkonomi RibawiEkonomi SyariahGubernur BI
Previous Post

Yusuf Mansur Harapkan Koperasi Jadi Investor Proyek-Proyek Raksasa

Next Post

87 Outlet Pegadaian di Madura Dikonversi ke Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks