MADANINEWS.ID – Keberhasilan PT Asuransi Takaful Umum atau Takaful Umum sukses di kinerja operasional serta layanan di masa kenormalan baru merupakan sebuah prestasi tersendiri. Terlebih sekalipun perusahaan ini telah berdiri cukup lama namun mengalami apa yang disebut kembali ke titik nol. Dan saat akan kembali bangkit, krisis ekonomi akibat wabah virus Corona atau pandemi Covid-19 mendera. Dampaknya terasa secara global, termasuk tentu saja di industri asuransi.
Kesuksesan kinerja ini dibuktikan dengan keberhasilan Takaful Umum pada tahun 2021, meraih pertumbuhan pendapatan kontribusi mencapai 65,9% yoy dengan nilai Rp 105,21 miliar. Sementara itu di tahun 2020, pendapatan kontribusinya dicatat sebesar Rp 63,4 miliar. Tidak berlebihan jika perusahaan kemudian berani menargetkan bisa melanjutkan tren pertumbuhan kontribusi di tahun 2022. Target perusahaan terkait pendapatan kontribusi dicatat sebesar Rp 152 miliar.
Keberhasilan ini membuat Madaninews.id menyempatkan diri untuk bertanya kepada Presiden Direktur PT Asuransi Takaful Umum Achmad Masfuri dalam sebuah kesempatan di Jakarta beberapa waktu lalu, mengenai rahasia sukses perusahaan yang ia lakukan. Dengan harapan tentu saja, dapat menginspirasi perusahaan lain untuk dapat tumbuh meskipun mengalami kendala yang besar. Berikut petikannya.
Bisa dijelaskan secara singkat awal sejarah PT Kospin Jasa memilih Takaful Umum menjadi bagian dari PT Kospin Jasa?
Masuknya PT Kospin Jasa memilih Takaful Umum adalah adanya semangat untuk sama-sama saling berkontribusi dalam ekosistem ekonomi syariah. Sebelum Takaful Umum menjadi bagian dari perusahaan, PT Kospin Jasa sebenarnya juga telah memiliki asuransi jiwa. Keberadaan Takaful Umum ini dirancang untuk melengkapi asuransi yang dimilikinya. Jadi selain asuransi jiwa juga memiliki asuransi umum. Seperti itu kurang lebihnya.
Apa rahasia keberhasilan Takaful Umum dalam menjalankan bisnisnya sehingga mampu melewati masa pandemi dengan baik?
Perusahaan kami secara hukum memang berdiri lama. Namun ada masa di mana kami harus mulai dari titik nol kembali. Situasi yang tentu sangat dilematis. Namun kami percaya bahwa situasi tersebut memiliki celah harapan pula. Dan benar saja dari nol tersebut, ternyata lebih mudah dalam mengimplikasikan rencana baru ke depannya.
Di mana kami kemudian membangun kembali sejak awal dengan prinsip penguatan digitalisasi. Semua itu karena kala itu, kami hanya memiliki satu kantor pusat saja. Belum ada cabang lain. Untuk partner mitra daerah, kita proses underwritingnya dan segala sesuatunya dari pusat.
Dari sini, Takaful Umum menjadi sudah terbiasa dalam melaksanakan asuransi digital. Proses digitalisasi ini terus semakin diperbaiki secara berkesinambungan sehingga pada saat ini, dapat dikatakan hampir 90% aspek bisnis yang ada baik dalam proses bisnis baik intern maupun eksternal telah dapat dilakukan melalui handphone. Sehingga segala sesuatunya dapat termonitor dengan baik. Maka saat pandemi merebak tahun 2020, sesungguhnya kita sudah siap 100% untuk melakukan proses bisnis yang sesuai dengan perkembangan jaman. Work from home bukan lagi menjadi penghalang, sebab kesiapan digitalisasi telah kami buat.
Jadi sebelum pandemi merebak, Takaful Umum dapat dikatakan sudah melakukan persiapan?
Benar. Jauh sebelum pandemi terjadi, kita sebenarnya sudah prepare secara infrastruktur dan teknologi. Awalnya persiapan tersebut berkonsep via mobile working. Jadi bisa bekerja di mana saja tidak tergantung harus dedicated di mejanya atau di kantor. Setiap orang di manapun dapat bekerja dengan tinggal buka laptop. Semua itu juga sebagai sebuah terobosan dari satu kantor pusat saja yang kami miliki saat itu.
Makanya ketika pandemi berlangsung, maka ia tidak terlalu berdampak signifikan kepada kita karena kita sudah siap dengan itu. Kantor pun dikonsep start up yang memang tidak ada meja untuk karyawan. Semua boleh bebas kerja di mana saja. Development digitalisasi kita, juga tidak hanya untuk yang eksternal pelayanan kepada peserta, percepatan polis, dan percepatan klaim tapi juga internal seperti operasional-operasional. Meskipun demikian kinerja karyawan terus dilihat, diapresiasi, dan dievaluasi.
Biasanya kalau dievaluasi para karyawan akan menjadi sungguh-sungguh. Evaluasi itu ada di digitalisasi di handpone kita, termasuk absennya. Apa yang sudah dilakukan itu semua ada di aplikasi sistem kita. Bahkan saat karyawan bekerja di rumah pun yang produktif dan tidak bisa terlihat semua. Jadi ketika pandemi datang, kita tidak risau. Justru kadang ada karyawan yang bekerja di rumah malah jauh lebih produktif.
Ditambah lagi kita segera bergerak cepat ketika pandemi datang. Seperti bagaimana merespon kebutuhan masyarakat pada saat itu dan menginovasi produk yang ada pada saat itu. Kita hadirkan semua produk-produk kita sesuai harapan mereka, sehingga menjadi diminati masyarakat. Semua untuk menjawab kebutuhannya mereka, dan itu menjadi salah satu yang mampu mendongkrak produktivitas kita.
Kini pandemi dapat dikatakan akan segera berakhir, apakah ada langkah-langkah bisnis khusus ke depannya yang akan dilakukan Takaful Umum?
Alhamdulillah Takaful Umum selama ini sangat terbantu oleh keberadaan Reasuransi. Meskipun kita memulai dari nol kembali tetapi mereka memberikan kita semacam skema khusus yang tidak membuat Takaful Umum kemudian diperlakukan sebagaimana perusahaan baru. Semua itu juga tidak lepas dari historical kita yang bagus sebelum run off. Jadi hal tersebut menurut saya menjadi dua hal yang memang sangat terasa membantu kita melalui tahun 2020-2021 dengan baik.
Kini kita tengah menyiapkan era baru bahwa semuanya akan lebih world digitalize dan itu bukan hanya satu pilihan. Alhamdulillah kita 95% sudah jalan, tinggal ke depan sedikit. Kita akan memperkuat di segmen yang sudah common perbankan kemudian financial institution kemudian juga broker. Untuk yang common perbankan mungkin ada satu hal yang memang belum kita development secara jangka panjang, yaitu kemampuan Takaful dalam mengkonsolidasikan bisnis yang ada di daerah retail. Mungkin bisa berbasis community ataupun non community. Artinya dengan kemampuan digitalis itu memungkinkan kita untuk masuk lebih baik ke depannya untuk di directs retail.
Hanya saja ini memang masih potensi yang perlu digarap, untuk market yang sudah terkonsolidasi. Kita akan fokus kepada segmen yang sudah ada seperti bagaimana peran serta kita bisa masuk di perbankan secara lebih jauh lagi. Takaful diperbankan baru di bawah 10% jadi punya potensi ruang yang masih besar. Pada saat ini bank syariah terbesar adalah BSI, semoga tahun ini mereka sudah selesai konsolidasinya sehingga kita bisa bersinergi secara lebih lancar. Saya pikir itu peluang yang sangat bagus. Dan tentu dengan persiapan yang lebih baik di mana kita juga fokus untuk peningkatan standar Service Level Agreement kita, khususnya diklaim.
Apakah ada bisnis asuransi lain yang dibidik di tahun ini?
Ke depan planning kita tidak akan bertarung di produk-produk yang memang sudah familiar di masyarakat, seperti kendaraan bermotor dan properti. Kita hanya akan memaintenance saja, sekaligus memberikan inovasi – inovasi dari produk-produk tersebut, sehingga bisa kita digital life. Tapi yang akan kita lakukan seiring dengan itu adalah kita akan melakukan penetrasi pasar perstruktur pasar. Yang mana artinya bergerak pada produk-produk yang memang belum banyak pemainnya. Kita akan coba di situ. Seperti misalnya asuransi liability dokter atau juga asuransi pertanian.
Terkait digitalisasi yang diterapkan seperti apa kemudahan yang diberikan untuk customer?
Ada salah satu contoh customer kita yang menggunakan Takaful Umum, namun dia sejak memulai mendaftarkan asuransi kendaraannya sampai klaim tidak pernah bertemu dengan orang Takaful. Semuanya dari handphone dan semuanya dilayani dengan baik. Semua itu menjadi salah satu bentuk kemudahan dari program digitalisasi yang dilakukan Takaful Umum.
Dan terkait digitalisasi yang diterapkan pula, apa kemudahan yang diberikan untuk mitra perusahaan?
Kami selalu menegaskan dan meyakinkan kepada seluruh mitra pemasaran dan mitra marketing, bahwa kita siap untuk mensupport dengan standar layanan digital serta dengan standar layanan yang lebih cepat dan lebih bagus. Penegasan ini bukan tanpa alasan. Takaful Umum pun bahkan mampu menghadirkan LSTR satu hari jadi untuk ujrah atau komisi dari para mitra. Kita sedang berproses menuju pada real time payment. Semoga tahun ini bisa terwujud untuk teknologi tersebut bagi para mitra, yaitu begitu premi lunas langsung terbayar.
Intinya kita tengah upayakan percepatan proses pelayanannya sampai pada pembayarannya secara digital. Sebab kita selalu terus mengembangkan teknologi untuk bisa lebih siap mensupport para mitra dengan standar yang lebih bagus.*
