MADANINEWS.ID, Depok – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Elly Farida yang juga istri Walikota Depok-saat peresmian PKK dan Posyandu Edelweis di Mahogany Residence, RW 013 Kel. Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Minggu (19/12/2021).
Peresmian ini diantaranya dihadiri oleh Lurah Harjamukti, Sukmara, Para Ketua RW, Kader TP PKK Ketua Posyandu, Posbindu dari RW 01-RW 16 se-Harjamukti, semua Ketua RT di RW 13, LPM Harjamukti, Sekcam Cimanggis, Pokja 4 Kecamatan Cimanggis, UPT Puskesmas Harjamukti, perwakilan Rumah Sakit Melia, TSM Cibubur, dan Store Transmart Cibubur.

Untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat
Menurut Elly Farida, peresmian ini sebagai salah satu upaya meningkatkan layanan kesehatan berbasis masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat, juga terus berupaya meningkatkan revitalisasi Posyandu, edukasi kader, mendorong adanya penambahan jaringan Posyandu di tengah masyarakat.
“Keberadaan Posyandu sangat penting untuk lebih mendekatkan layanan pemerintah, terutama terkait kesehatan ibu dan anak balita, dan juga upaya pencegahan gizi tidak seimbang di tengah masyarakat atau dikenal dengan stunting. Mungkin tak banyak yang mengira, tapi siapa sangka bahwa di wilayah kota Depok ini ternyata masih banyak ditemui kasus stunting. Bahkan yang mengagetkan hal ini tak hanya terjadi pada warga kurang mampu, namun di beberapa perumahan elit juga ditemukan kasus stunting. Ini bisa jadi karena parenting-nya tidak jalan. Orang tua sibuk sendiri, sehingga anak banyak beli makanan sendiri secara online dan sejenisnya. Karena tidak diperhatikan makanannya, sehingga gizinya tidak seimbang”, kata Elly Farida.
Menurut Elly Farida kembali, guna mendukung kecepatan, akurasi data dan informasi terkait profil kesehatan masyarakat, kini juga tengah dikembangkan aplikasi digital berbasis android untuk mendukung kader dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Posyandu Diharap Menjadi Garda Terdepan Garda Terdepan Memerangi Kasus Stunting
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar yang ditetapkan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan bidang kesehatan. Karena itu, Elly Farida kemudian berharap agar kader Posyandu bisa menjadi garda depan untuk memerangi kasus stunting ini. Guna mendukung agar pemerintah juga bisa respons cepat jika ditemui kasus stunting di tengah masyarakat, pihaknya sangat mendukung inisiasi penggunaan aplikasi digital atau Aplikasi Posyandu Berbasis Mobile Android untuk mendeteksi dini masalah kesehatan warga, terutama ibu dan balita.

“Kota Depok sudah menerapkan konsep smart city (kota cerdas) yang dikendalikan Dinas Kominfo Kota Depok, di mana untuk layanan kesehatan juga ada aplikasi khusus. Nah untuk data kader Posyandu, terutama dari aktivitas pendataan dan pelaporan kondisi kesehatan warga di lapanmgan, sudah bisa dilakukan melalui aplikasi Posyandu berbasis andriod yang sudah diterapkan di beberra Posyandu. Data ini juga akan diintegrasikan secara digital, sesuai identitas, nama, alamat, sekaligus untuk mendukung terwujudkanya satu data sebagai acuan Pemerintah Depok dalam mengambil berbagai kebijakan agar tepat sasaran,” katanya.
Untuk lebih menekan angka stunting, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Depok pada 22 November 2021 lalu juga telah me-launching Program Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Kota Ramah Anak (D’Sunting Menara). Program ini merupakan upaya untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas di masa depan.Program D’Sunting Menara juga salah satu bagian dari upaya Pemerintah Kota Depok mendukung Zero New Stunting sesuai Rancanangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tahun 2023.

Keberadaan Posyandu Dapat Menjadi Ajang Konseling
Di tempat yang sama, Dhyani selaku Ketua Tim PKK RW 013 Mahogany Residence Harjamukti, Cimanggis, Depok menyatakan jika kehadiran Posyandu di tempatnya, juga menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan semangat dan kepedulian warga untuk bersama meningkatkan kemampuan hidup sehat sebagai bagian penting bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) masa depan yang produktif, sehat dan berkualitas.
“Menurut saya ada banyak hal yang bisa dilakukan melalui Posyandu. Bisa jadi ajang conseling, tak hanya masalah kesehatan, namun juga terkait mental, termasuk masalah narkoba, pronografi dan lainnya untuk remaja yang kebetulan di sisi anak-anaknya kebanyakan dari usia remaja dibanding balitanya. Kemudian bisa juga layanan kesehatan para lansia. Kebetulan kader Posyandu Edelweis, dari 11 orang dua di antaranya itu dokter. Jadi ini bisa jadi ladang amal untuk sesama lah. Makanya nantinya kita juga terbuka untuk warga dari RW lain yang ingin mendapatkjan layanan di sini. Kita ingin bermanfaat bagi orang lain. Kan sebaik Baik Manusia Adalah Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain,” katanya.
Sekilas Tentang PKK dan Posyandu Mahogany Residence
Mahogany Residence adalah kawasan perumahan eksklusif yang terletak di Jl. Raya Alternatif Cibubur, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Dengan diresmikannya PKK dan Posyandu Edelweis, maka pada saat ini di Kelurahan Harjamukti terdapat 17 Posyandu. Menurut Ketua RW 013 Mahogany Residence, Kel Harjamukti, Mashuri Ibrahim, luas perumahan Mahogany sekitar 12 hektar yang terdiri 310 Kepala Keluarga. Di wilayah ini terdapat tujuh (7) ketua RT dengan jumlah penduduk sebanyak 780 warga.*
