MADANINEWS.ID, ACEH –Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) I tahun 2018 sejak 13-14 Oktober 2018 di Aula UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al Qur’an (PPQ) Dinas Syariat Islam Aceh, Banda Aceh.
Kegiatan yang bertajuk “Membangun Kesepahaman Sikap, Pikir dan Gerak dalam Dakwah Ilallah untuk Menyongsong Kemenangan Ummat Islam” itu dibuka secara resmi oleh Sekjend Dewan Dakwah Pusat, Drs Avid Solihin MM.
Sekretaris Panitia Pelaksana M Reza Adlani Minggu (14/10/2018) kemaren mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yaitu perwakilan Dewan Dakwah Pusat, Dewan Dakwah Aceh, Ketua dan Sekretaris Pengurus Daerah Kab/Kota Se-Aceh.
Reza menambahkan selain ajang silaturrahmi antar pengurus, Mukerwil ini diperlukan dalam rangka mengevaluasi program kerja tahun berjalan secara komprehensif dengan melibatkan semua pengurus daerah dan juga untuk mendengar progres kerja dakwah seta kegiatan organisasi masing-masing tingkatan.
“selain itu mengidentifikasi realisasi program kerja dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Dan yang terakhir merumuskan rekomendasi dan solusi untuk menuntaskan program tahun 2018 ini,” kata Reza.
Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga terwujudnya acara tersebut. Dan direncanakan kegiatan Mukerwil ini akan dilaksanakan setiap tahunnya.
Ia mengatakan target utama di kepengurusan yang dia pimpin sekarang adalah terwujud dan lahirnya Pengurus Daerah Dewan Dakwah di semua Kab/Kota yang ada di Aceh.
“Kepada Pengurus Daerah untuk senantiasa menghidupkan gerakan dakwah milik ummat islam ini. Dan gerakan dakwah tersebut tidak boleh mati. Maka dari itu perlu disiapkan generasi pelanjutnya,” katanya melalui keterangan persnya Senin (15/10).
Selain itu, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry ini pun optimis, Akademi Dakwah Indonesia (ADI) yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh juga bisa tumbuh dan berkembang di seluruh Kab/Kota.
“Dewan Dakwah Aceh lahir sejak tahun 1991. Dan diusianya yang sudah lebih 20 tahun ini, belum bisa juga mendewandakwahkan Aceh hingga saat ini. Padahal Pengurus Wilayah sanantiasa mensupport kehadiran Dewan Dakwah di daerah,” ungkapnya.
Tgk Hasanuddin juga meminta kepada Pengurus Daerah yang sudah terbentuk untuk dapat meningkatkan keaktifannya dan bersinergi dengan pemerintah di daerah. Tio/Kontributor.
