Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Siswa MAN 2 Kudus Ciptakan Alat Deteksi Zat Berbahaya Makanan

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 November 2021 | 05:00
rubrik: Pendidikan
Siswa MAN 2 Kudus Ciptakan Alat Deteksi Zat Berbahaya Makanan

Siswa MAN 2 Kudus raih medali emas kejuaraan internasional

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, KUDUS — Siswa madrasah kembali ukir prestasi internasional. Dua pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus, Almas Fauziah dan Sekar Arum Kinasti, meraih medali emas Internasional Exhibition for Young Inventors 2021.

Ajang ini diikuti puluhan peneliti muda dari berbagai negara, antara lain: Rusia selaku tuan rumah, Singapura, Jepang, Hongkong, China, India, dan Italia. Kompetisi berlangsung secara online pada 1 November 2021.

Almas Fauziah dan Sekar Arum Kinasti berhasil ciptakan alat pendeteksi zat berbahaya yang terkandung dalam makanan. Riset keduanya memanfaatkan ekstrak Ubi Ungu, ekstrak Bunga Talam, dan ekstrak Bunga Pacar Air yang kemudian dimasukkan dalam refill ballpoint. Alat yang diciptakan ini mampu mendeteksi kandungan zat formalin, boraks, serta  pewarna sintesis dalam makanan.

“Ide awalnya, kami banyak mendengar berita tentang adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang menaburkan zat makanan berbahaya dalam makanan yang mereka jual. Itu dapat mengakibatkan kerusakan kesehatan dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Almas Fauziah di Kudus, Minggu (14/11/2021).

Selain itu, lanjutnya, riset ini juga dilatarbelakangi mahalnya alat pendeteksi zat berbahaya dalam makanan yang dijual di pasaran. Sehingga, tidak banyak orang yang mau membelinya. “Lalu kami tergugah untuk membuat ini,” tegasnya.

Menurut Sekar Arum, penelitian ini awalnya dilakukan pada 2020 untuk persiapan mengikuti kompetisi invensi internasional yang dilaksanakan LIPI (sekarang BRIN). Riset ini kemudian dikembangkan lagi selama sebulan pada 2021 untuk mengikuti ajang internasional. “Alhamdulillah berhasil meraih medali emas,” tuturnya.

Pembimbing Tim Detective PEN MAN 2 Kudus Widayanto mengapresiasi prestasi siswanya. Menurutnya, siswa MAN 2 Kudus dibekali dengan berbagai macam pengetahuan sesuai visi misi madrasah, yaitu madrasah berbasis riset. Setiap siswa MAN 2, dari kelas 10 sudah dirancang untuk mendapatkan ide penelitian  sesuai minat dan karakter masing-masing.

See also  Kemenag Adakan Kolaborasi Riset ke Perancis di Bidang Natural Science dan Sosial Humaniora

“Di situ lah kita memfasilitasi dan mendukung, mengajarkan bagaimana mereka bisa berkembang dan mampu berkompetisi dengan sekolah dan madrasah lain,” paparnya.

“Hasil riset ini baru berhasil mendeteksi tiga zat. Ke depan, riset ini akan dikembangkan untuk bisa  mendeteksi zat lain,” sambungnya.

Baik Almas maupun Sekar, keduanya mengaku sangat senang bisa mengharumkan nama baik Indonesia dan madrasah.

Tags: Alat Deteksi Zat Berbahaya MakananInternasional Exhibition for Young Inventors 2021MAN 2 KUDUS
Previous Post

Tingkatkan Literasi Kaum Milenial, Takaful Umum Adakan Webinar Asuransi Syariah

Next Post

Kemenag Evaluasi Program Beasiswa 5000 Doktor Dalam Negeri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks