Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Rencana Digitalisasi Bank Banten Disambut Positif

Irawan Nugroho
1 October 2021 | 13:39
rubrik: News, Nusantara
Rencana Digitalisasi Bank Banten Disambut Positif

Agus Syabarrudin (tengah) dan Pandu Sjahrir (kanan) pada diskusi Jawara Investment Talk Vol. 1

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Tangerang – Pertumbuhan industri digital di Indonesia kian menggeliat. Berdasarkan survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet meningkat dari 55% dari populasi pada tahun 2019 menjadi 73,7% pada tahun 2020, dan masih akan terus meningkat seiring dengan masa pemulihan pandemi yang masih berlangsung. Trafik IIX nya sendiri, saat ini sudah mencapai 1,3 Tbps. Tumbuh 90 kali lipat sejak 2015.

Peluang di sektor digital menjadi magnet bagi semua pelaku industri, tak terkecuali PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten/BEKS) yang menggandeng PT Fortress Data Services (FDS) untuk mempersiapkan pondasi transformasi, baik bagi nasabah hingga operasional perbankan untuk di masa yang akan datang. Perseroan menyasar kolaborasi dengan institusi pendidikan, institusi kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku industri di Banten.

Upaya para pelaku industri perbankan termasuk Bank Banten untuk melakukan investasi teknologi mendapatkan apresiasi positif dari Pandu Sjahrir, Komisaris Bursa Efek Indonesia. “POJK yang terbaru meng-encourage para bankir untuk mendorong perusahaan teknologi untuk masuk. Menurut saya ini akan semakin positif dan regulator sekarang sangat open minded. Saya lihat dari semua Bank Besar, Himbara dan Bank Banten, sekarang menggunakan rights issue untuk adopsi teknologi jadi saya rasa investasi ke teknologi ini akan semakin besar,” tutur Pandu pada diskusi Jawara Investment Talk Vol.  1 yang digelar oleh Bank Banten dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

“Saya rasa langkah yang diambil Pak Agus dengan bekerja sama dengan Amazon dan beberapa perusahaan digital lainnya itu kan artinya open for business saya rasa kedepannya akan banyak kolaborasi sehingga Bank Banten bisa meningkat pelayanannya, service, cost of capital. Menurut saya itu semakin bagus karena nantinya dengan penggunaan data yang akurat, Anda bisa mendapatkan loan yang lebih baik dan pastinya cost yang lebih rendah,” tutur Pandu di Tanggerang (1/10/2021).

See also  Petrokimia Gresik Libatkan Santri jadi Pendamping Program Makmur

Pandu juga menggarisbawahi pentingnya literasi keuangan untuk menjadi prioritas para pelaku industri jasa keuangan. “Secara garis besar 75% masyarakat Indonesia tidak memiliki akses perbankan. Masalah literasi adalah masalah yang sangat besar dan memang kita harus selalu rajin membicarakan itu. Saya rasa yang paling penting adalah bagaimana menggunakan dana perbankan untuk mengembangkan usaha.”

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin, menegaskan kini pihaknya tengah berusaha untuk memenuhi kebutuhan layanan finansial nasabah. “Kami melakukan transformasi untuk menyediakan produk dan layanan keuangan serta mengoptimalkan layanan ke nasabah. Dengan mempersiapkan pondasi dalam pelaksanaan transformasi serta implementasi solusi layanan keuangan yang flexible dan scalable berbasis teknologi, kami bertujuan untuk memastikan inklusi keuangan yang lebih besar di Banten dan menjadikan Bank Banten memiliki daya saing tinggi di masa yang akan datang.”

“Jelang rights issue Bank Banten di Oktober 2021 kami membuka peluang bagi korporasi, individu maupun pemerintah untuk turut menjadi pemegang saham. Dana segar yang masuk 65 persen akan kami gunakan untuk penyaluran kredit. Sementara sisa 35 persen lainnya dialokasikan untuk mempertebal modal perseroan. Bismillah, mimpi untuk menjadikan Bank Banten sebagai salah satu BUMD yang laba dan menyumbang PAD bagi Provinsi Banten dapat terealisasi,” tutur Agus.

Bank Banten terus berupaya menjadi Bank kebanggaan masyarakat Banten. Berbagai langkah strategis untuk melakukan transformasi digital dilakukan oleh perseroan untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Harapannya, Bank Banten bisa meraih cita-cita untuk kian meraih kepercayaan masyarakat.*

Tags: Digitalisasi Bank Banten
Previous Post

Bali Jagadhita Culture Week Dengan Konsep Baru Akan Digelar 4-6 Oktober 2021

Next Post

Lion Parcel Luncurkan Layanan Pengiriman Murah JAGOPACK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks