Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah Terjadi Lagi pada 15-16 Juli

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 July 2021 | 07:00
rubrik: News, Nusantara
Tanggal 15 dan 16 Juli, Matahari Tepat diatas Ka’bah
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Fenomena matahari berada di atas Ka’bah akan terjadi lagi pada Kamis-Jumat, 15-16 Juli 2021. Fenomena itu disebut Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat. peristiwa itu bertepatan pada tanggal 5 dan 6 Zulhijah 1442 H pukul 16:27 WIB atau 17:27 WITA.

Demikian dikatakan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama, Moh. Agus Salim melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/7).

“Fenomena matahari di atas Ka’bah itu biasanya terjadi dua kali dalam setahun, sebelumya sudah terjadi pada 27 dan 28 Mei 2021 yang lalu,” ungkap Agus.

“Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat merupakan peristiwa ketika matahari melintas tepat di atas Ka’bah, sehingga bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus dimana saja akan mengarah lurus ke Ka’bah,” Kata Agus

Menurutnya, fenomena astronomi tersebut kerap dimanfaatkan umat Islam di seluruh dunia untuk mengetahui arah kiblatnya.

“Ketika matahari tepat di atas Ka’bah, maka setiap bayangan di tempat lain yang jauh otomatis akan mengarah ke Ka’bah, sehingga menjadi kesempatan untuk mengetahui arah Kiblat yang tepat,” ujar Agus.

Oleh karena itu, bagi umat Islam yang ingin mempunyai pedoman arah kiblat dapat menyesuaikan dengan arah bayang-bayang benda tersebut,” tulisnya.

Lebih jauh Agus menjelaskan, untuk memverifikasi arah kiblat, selain menggunakan kompas dan theodolite, masyarakat juga bisa menggunakan lot atau bandul dengan permukaan dasar yang datar dan rata.

Agus menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, pertama pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan lot atau bandul .

Kemudian yang kedua, lanjutnya, permukaan dasar harus datar dan rata. Dan yang ketiga waktu pengukuran harus disesuaikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Radio Republik Indonesia (RRI) atau Telkom.

See also  UmrohVR Kenalkan Teknologi Virtual untuk Manasik Umroh
Tags: Istiwa A'zammatahari di atas kabahRashdul Kiblat
Previous Post

Wamenag : Gerakan ZISWAF Bantu Warga Terdampak Pandemi

Next Post

Anjuran Ibadah dari Rumah Pada Zaman Rasulullah SAW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks