Kata “Perubahan” adalah magic word dalam hal apapun. Termasuk ketika kita mengalami Transisi dari Era Normal ke Pandemi, lalu New Normal hingga Abnormal (krisis). Bagaimana ekonomi bergerak, seperti ada Decoupling atau “keterlepasan” dari masa lalu. Sama-sama menjadi penyedia solusi buat masyarakat, tapi cara mainnya berbeda.
Kasus Gojek Vs Blue Bird misalnya. Sekalipun sama-sama penyedia jasa transportasi, namun yang satu memiliki aset dalam hal kepemilikan (owning), dan yang satunya menekankan pada konsep berbagi (sharing). Dan walaupun keduanya memiliki cara main yang berbeda, tetapi jika petanya adalah “Valuasi”, maka yang satu akan mendistrupsi yang lain. Meskipun kini keduanya bisa bersinergi.
Sama halnya dengan adanya Pandemi Covid 19, di mana bisnis berbasis offline lebih banyak sangat terdampak ketimbang yang online. Di sinilah semua harus pandai-pandai berselancar di tengah gelombang “Perubahan”. Karena sebenarnya, banyak solusi yang dapat dilakukan jika pemahaman akan “Peta” masalah dikuasai.
1. Spiritual
Spiritual adalah Kecerdasan Hidup (Smart in Life). Ini adalah fondasi dalam seluruh aspek kehidupan kita. Di mana Sukses diartikan sebagai Gabungan Iman (keyakinan) dan Strategi. Atau dalam Rumusan lain : Sukses = Iman + Strategi.
Maka kita harus memiliki keyakinan kokoh setegar batu karang. Tanpa iman, kita bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa. Setelah mempertebal rasa keimanan kita, maka strategi perlu dijalankan dengan cara mencari celah dari masalah yang menghimpit kita. Kita wajib menyelesaikan masalah tersebut dan terus bergerak, tanpa henti. Tentu saja dengan cara sebagai berikut.
Perbaiki Believe System (Tawakkal Sempurna) dengan cara:
Communication to God
Adalah sebuah Komunikasi Total sebagai sebuah cara untuk mengawali proses memperbesar wadah atau kepantasan diri kita. Kita lebih siap menyelesaikan berbagai masalah dan melewati berbagai tantangan. Seperti anak sekolah untuk naik kelas, perlu ujian. Ujiannya di mulai dari meningkatkan Spiritual kita.
Self communication
Adalah proses komunikasi yang sangat fundamental, setalah berkomunikasi dengan Allah SWT. Berfikir kritis dan mendalam alias bertafakur. Membangkitkan kesadaran tentang siapa diri kita, mau kemana sebenarnya diri kita ini, siapa yang sesungguhnya berkuasa, dan apa yang seharusnya dilakukan. Setelah jelas Jati Diri Baru kita, selanjutnya komunikasikan ke orang lain.
Communication to others
Melalui komunikasi efektif dengan orang lain, maka perkataan kita akan di dengar dan di ikuti. Bisa jadi awalnya kita meminta nasehat dari orang lain, ketika terjadi interaksi, muncul ide-ide segar yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mengalir, mengisi pola pikir kita yang tadinya kosong (blank). Misalkan, ketika semua orang mengatakan Dunia Online susah di jalani, beberapa orang justru lagi panen dengan caranya sendiri, walau Start nya sama-sama ketika Pandemi Covid 19 terjadi. Inilah berkah silaturrahim, berkomunikasi dengan orang lain.
2. Leadership
Leadership adalah Kecerdasan Mengkoordinir (Smart in Decision). Boleh saja kita punya Ide yang brilian, Desain yang masterpiece, atau produk yang super canggih, tapi tanpa memiliki cara how to operate-nya, Ide, Desain, Produk tadi akan sia-sia, layu sebelum berkembang. Kemampuan mengkoordinasikan antara produk/jasa dengan pasar, adalah kunci agar bisa survive dan membangun ekonomi hari ini. Apalagi jika di tambah dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada dengan Tata Kelola yang baik (Good Corporate Governance). Dengan cara sebagai berikut.
Collaboration People (Kolaborasi Sumber Daya) yang ada, baik yang ada di dalam tanah, di dalam sungai maupun di udara terbuka.Pada saat ini, ada 3 tipe manusia yang terdampak.
Tipe Cacing
Tipe ini adanya di dalam tanah, yang hidup dari masa lalu dan masa sekarang tanpa bisa melihat masa depan. Yang terlihat hanya jalan gelap di depan, tapi masih bergerak terus tanpa bisa melihat keadaan. Bisa jadi antara masa lalu dan masa sekarang, sama saja.
Tipe Kura-Kura
Tipe ini masih bisa melihat indahnya langit, walau air di danau tempatnya berdiam sudah semakin panas dan tidak nyaman. Salah satu caranya adalah berpindah ke daratan. Meninggalkan zona nyaman, untuk bisa survive karena kondisi alam yang tidak bersahabat.
Tipe Elang
Inilah tipe yang masuk dalam pusaran badai krisis, memejamkan matanya dan berselancar di tengah gelombang, entah Pandemi Covid 19, New Normal atau Abnormal sekalipun. Selalu melihat peluang di tengah gonjang-ganjing ekonomi yang mengalami turbulensi. Dari ketiga tipe ini, seorang leader nomor satu menjadikan orkestra masalah itu seperti membuat simfoni ketenangan dalam irama solusi kelangitan.
3. Entrepreneurship
Entrepreneurship adalah Kecerdasan Ekonomi (Smart in Economy). Akhirnya ketika kesehatan menjadi issue utama negeri ini, roda ekonomi tetap harus berjalan. Karana selama kita masih di berikan nafas, Harapan itu selalu tetap ada. Dengan adanya harapan, kita bisa menyalip di tikungan masalah. Bagaimana kita melihat masalah dan menempatkan diri terhadap masalah tersebut, adalah kunci pokok membangun ekonomi. Tentu saja dengan cara sebagai berikut.
Closed loop Economy (Usaha Maksimal dalam Kemandirian Ekonomi). Mari mulai penuhi kebutuhan kita dengan apa yang kita bisa produksi. Membeli dari saudara sendiri. Yang kita bisa lakukan secara swadaya di masyarakat dalam irama gotong royong, antara lain mengkolaborasikan beberapa komponen: 1. Konsumen (market). 2. Produsen (UMKM). 3. Distribusi (agen). 4. Logistik (antar/mediasi).
Cara paling mudah adalah dengan mengaktifkan warung-warung terdekat, hingga adanya produk mandiri ke depannya. Keluarga dan kolega terdekat dapat dijadikan pasarnya. Lakukan proses produksi yang efisien, dan jadikan sebagai sentra-sentra produksi rumah tangga. Sembari itu, nanti akan muncul persoalan yang sesungguhnya, yang akhirnya harus dibangun. Seperti misalnya: 1. Skill. 2. Knowledge. 3. Achievement. 4. Contribution pada kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terakhir, dengan modal yang ada lewat pemanfaatan SDA (Sumber Daya Alam), SDM (Sumber Daya Manusia), Bibit unggul dari Surplus Demografi, pada akhirnya kita akan bisa Memerdekakan Diri sebagai Bangsa Pintar yang tegak berdiri di antara bangsa-bangsa lain di dunia.*
Penulis :
Hari ‘Soul’ Putra, Managing Director WealthFlow 19 Technology, www.P3KCheckUp.com, Spiritual Finance Strategis & Aktivis Gaya Hidup Sehat Keuangan. Editor: Irawan
