Terus Optimalkan Diri, Indonesia Kejar Jadi Pusat Halal Dunia

Penulis Irawan Nugroho

MADANINEWS.ID, Jakarta – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyelenggarakan Webinar Strategis Nasional dengan tema “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia” pada Sabtu (24/10). Acara ini bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Pada acara ini turut hadir Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin sebagai pembicara utama sekaligus pembuka acara.

Diangkatnya tema “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia” bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Indonesia, bukan hanya sebagai target pasar utama, tapi juga pusat produsen halal dunia. Hal ini turut didukung oleh posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia, dengan mayoritas penduduk muslim sebesar 87% dari total 267 juta penduduk, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia. Pada tahun 2018, Indonesia membelanjakan 214 miliar US Dollar untuk produk halal, atau mencapai 10% dari pangsa produk halal dunia, dan merupakan konsumen terbesar dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin menyatakan untuk mencapai tujuan tersebut, pembangunan ekonomi dan keuangan syariah berfokus pada 4 (empat) hal. Yaitu, (1) pengembangan industri halal, (2) pengembangan industri keuangan syariah, (3) pengembangan dana sosial syariah, dan (4) pengembangan dan perluasan usaha syariah. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2020 Tentang KNEKS.

Dalam acara ini, langkah strategis fokus pengembangan industri halal dijelaskan secara terperinci antara lain penguatan industri produk halal melalui Kawasan Industri Halal (KIH), integrasi data produk halal, sertifikasi halal produk ekspor, sistem ketertelusuran halal (halal traceability), dan substitusi impor serta bahan substantif material halal pengganti (substitusi material non halal). Langkah tersebut diambil untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produsen dan pengekspor produk halal terbesar di dunia.

Webinar Strategis Nasional dibagi menjadi 2 (dua) sesi, yaitu Sesi I Forum Menteri dan Sesi II Forum Strategis. Pada Sesi I Forum Menteri, hadir (1) Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, (2) Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, (3) Menteri BUMN, Erick Thohir, (4) Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, (5) Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan (6) Rosan P. Roeslani Ketua Kadin sebagai pembicara. Acara Sesi I dipandu oleh Ventje Rahardjo Direktur Eksekutif KNEKS sebagai moderator.

Adapun pembicara Sesi II Forum Strategis diisi oleh (1) Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmojo, (2) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi, (3) Direktur Jendral Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Dody Widodo, (4) Kepala BPJPH, Sukoso, (5) Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Daniel James Rompas, dan (6) Sekretaris Komisi Fatwa MUI, M. Asrorun Ni’am, dengan Afdhal Aliasar, Direktur Industri Produk Halal KNEKS sebagai moderator. Halaman 2 dari 3.

Acara ini bekerja sama dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) Layanan Syariah LinkAja sebagai partner penyelenggara. Selain itu, acara ini juga didukung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Indonesia Eximbank.*

BACA JUGA

Tinggalkan komentar