Kekuatan Ekonomi Indonesia Akan Bergantung Pada Ekonomi Domestik

Penulis Irawan Nugroho

MADANINEWS.ID, Denpasar – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara simbolis menyerahkan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) sebesar Rp5 milyar kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Ema Duta Mandiri di Denpasar, Bali. Program tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah RI.

MenkopUKM Teten Masduki menyatakan, kekuatan ekonomi Indonesia sangat tergantung pada kekuatan ekonomi domestik. “Terutama yang bisa menjawab 3 hal, yaitu penyediaan pangan, lapangan kerja, dan kesehatan. Semua kriteria itu ada di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah”, tegas Teten saat menyerahkan dana bergulir LPDB-KUMKM kepada KSP Ema Duta Mandiri, di Denpasar, Bali, Minggu (6/9/2020).

Hadir mendampingi, Dirut LPDB Supomo, Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata, Staf Khusus Menteri Fiki C. Satari, Kapala Dinas Koperasi Bali I Wayan Mardiana, dan Ketua KSP Ema Duta Mandiri I Wayan Murjah.

Pelaku Usaha Harus Mempersiapkan Diri Hadapi Pandemi

Diprediksikan, situasi berat akibat pandemi Covid-19 masih akan berlangsung relatif lama. Untuk itu, menurut Teten, pelaku usaha dan masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk menghadapinya, mulai dari perencanaan usaha, perencanaan konsumsi, hingga recovery berjalan.

“Hitungan kami, situasi berat ini masih akan kita hadapi dalam rentang 1 hingga 2 tahun mendatang sampai betul-betul pulih; karena itu perencanaan usaha dan perencanaan konsumsi harus dihitung betul oleh pelaku usaha dan masyarakat. Koperasi harus lakukan bimbingan untuk menghadapi ini dengan perencanaan matang, spirit tinggi,” tambahnya.

MenkopUKM mengatakan, pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sangat mendorong UMKM untuk dapat bertahan dan melakukan adaptasi usaha, agar ekonomi nasional tetap berjalan. Ia optimis, kekuatan UMKM dapat mewujudkan hal tersebut.

“Pemerintah melalui PEN sangat mendorong UMKM agar bisa bertahan dan beradaptasi. Jika dikombinasikan dengan pembiayaan murah, dengan bansos, penjaminan kredit, dan resi gudang, maka pemulihan bisa segera diwujudkan,” ujarnya.

Dana Bergulir

Sementara itu Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan, hingga kini pihaknya telah menyalurkan 67 persen dari Rp1 triliun dana bergulir sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. Pihaknya optimis, bahwa hingga akhir bulan ini target 100 persen akan berhasil disalurkan.

“Sudah 67 persen dari 1 Triliun dana yang diamanahkan kepada LPDB- KUMKM,” ujar Supomo.

“Dana bergulir tersebut akan disalurkan kepada 60 koperasi yang menjadi mitra LPDB-KUMKM. Di Bali ada 10 koperasi, dan hari ini disalurkan ke 3 koperasi,” katanya.*(Ed.i)

BACA JUGA

Tinggalkan komentar