Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Go-Food Beri Penghargaan bagi Mitra UMKM dari Seluruh Indonesia

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 February 2018 | 19:34
rubrik: Ekonomi Syariah
Go-Food Beri Penghargaan bagi Mitra UMKM dari Seluruh Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

 

Perut lapar, tetapi jalanan macet? Jangan risau, pesan saja makanan lewat Go-Food. Mudah dan praktis.

Go-Food, aplikasi berbasis teknologi buatan anak bangsa, Go-Jek itu, semakin menancapkan kukunya. Go-Food menjadi aplikasi pengiriman makanan nomor dua terbesar di dunia, hanya kalah dari aplikasi serupa di Cina. Tentu tidak fair membandingkan dengan Cina karena jumlah penduduk mereka empat kali lipat dari Indonesia.

“Orang Indonesia ternyata suka makan. Terbukti growth alias pertumbuhan mitra Go-Food sekarang sudah mencapai 125 ribu, sebanyak 70-80 persennya merupakan UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60-65 persennya merupakan mitra kami di luar wilayah Jabodetabek,” kata Chaterine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion Go-Jek, di Jakarta, Jumat siang (23/2/2018).

Ditambahkan, Go-Food membantu pengusaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) khususnya di bidang kuliner, dalam meningkatkan nilai bisnisnya dengan membuka akses pasar yang lebih luas, tanpa perlu memiliki armada pesan-antar sendiri. Seperti diungkapkan Nanik Sulistyowati, pemilik merek “Pisang Goreng Madu Bu Nanik” dan Karina Pribandita dari “Eatlah”.

“Tadinya sehari cuma ada dua pembeli. Setelah ikut bergabung dengan Go-Food, sehari bisa sampai 150-160 yang antre beli. Warung saya sampai dibilang yang ada ‘Lalet Ijo’,” tutur Nanik. “Kami cukup terbantu dengan adanya Go-Food ini karena dari awal restoran di Pantai Indah Kapuk nan jauh di Jakarta, kami bisa mengembangkan diri hingga punya 11 cabang, satu di antaranya di Bandung,” tutur Karina.

Fadjar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), menyatakan bahwa dari 16 jenis industri kreatif yang dijalankan Bekraf, sebanyak 43 persen berasal dari industri makanan. “Kurang lebih jumlahnya mencapai Rp 922 triliun. Jumlah yang sangat besar. Entitas bisnis ini yang kelak memajukan Indonesia,” ujarnya.

See also  Induk BTM Jalin MOU dengan BPKH dan Bank Muamalat

Sebagai bentuk apresiasi, Go-Food akan memilih merchant terbaik berdasar total penjualan selama setahun, malam (23/2/2018) ini. Ada beberapa kategori lain yang juga dilombakan, dan siapa pemenangnya akan diumumkan malam ini.

Dikatakan Chaterine, “Dalam dua hari ini (Kamis-Jumat–RED), kami sudah bertemu dengan mitra kami dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Jambi, ada yang dari kota lain. Mereka membawa anak dan keluarganya. Kami bersama-sama rekreasi di Jakarta. Nanti malam, siapa pemenang akan diumumkan. Apa hadiahnya? Bukan hadiah apa yang akan mereka terima, tetapi lebih kepada kebanggaan kami bahwa kami semua bisa menjadi satu keluarga besar untuk Indonesia.” (Esti)

Tags: BekrafFadjar HutomoGo-FoodGo-JekUKMM
Previous Post

Gaya Citra Muslimah Resmi Dibuka Ketum IPEMI

Next Post

IPEMI Tebar 10.000 Mukena ke Seluruh Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks