Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

4 Bahaya Tidur Setelah Sahur bagi Tubuh

Abi Abdul Jabbar Sidik
29 April 2020 | 20:42
rubrik: Gaya Hidup, Indeks, Info Sehat
4 Bahaya Tidur Setelah Sahur bagi Tubuh

tidur setelah sahur. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan selama puasa Ramadhan adalah sahur. Makan sahur harus dilakukan untuk mempersiapkan tubuh sebelum menjalani puasa selama kurang lebih 12 jam. Sebagai salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadhan, anjuran sahur memiliki banyak keutamaan untuk kesehatan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda “ Sahurlah kalian semua. Sesungguhnya sahur itu mengandung keberkahan” (HR Bukhari: 1923).

Namun terkadang setelah melaksanakan sahur kebanyakan orang akan langsung melanjutkan tidurnya. Padahal tidur setelah santap sahur tidak dianjurkan lho.  

Kebiasaan tidur setelah sahur harus diwaspadai karena berdampak buruk bagi tubuh terutama untuk sistem organ yang bertugas mencerna makanan. Selain itu, ada banyak masalah serius lainnya jika kita tidak memberikan jeda waktu cerna dan langsung beranjak tidur. 

Langsung tidur setelah sahur dapat mengganggu pencernaan karena tubuh akan bekerja lebih ekstra untuk mencerna makanan. Bahkan hanya berbaring saja tanpa benar-benar tidur dapat memicu masalah seperti refluks asam. 

Karenanya, tegak adalah posisi tubuh yang lebih paling baik untuk mencerna makanan serta memungkinkannya menyerap makanan dengan mudah. Meski tak bisa disangkal bahwa berbaring setelah makan memang terasa nyaman. 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa kembali tidur?

Mengutip LiveScience, apabila makanan yang dikonsumsi saat sahur kaya karbohidrat, protein, dan sayuran, maka dibutuhkan sekitar tiga jam untuk makanan turun sempurna dari lambung. 

Jika langsung tidur kurang dari waktu cerna yang direkomendasikan, akan berdampak mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. 

Oleh sebab itu, usahakan untuk tetap aktif setidaknya 3 jam setelah makan sahur. Anda bisa melakukan ibadah subuh, seperti salat dan mengaji. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membersihkan dapur atau kegiatan lainnya yang bermanfaat. Sebagai kompensasi kurang tidur, Anda bisa ‘mencuri’ tidur siang sebentar atau menundanya sampai sore.

See also  Tren Industri Fesyen Tanah Air Berubah Selama Pandemi

Dikutip dari berbagai sumber, berikut deretan dampak buruk jika kalian kembali tidur usai santap sahur.

1. Menyebabkan obesitas

Sudah jadi rahasia umum bahwa dampak dari kebiasaan langsung tidur usai makan membuat berat badan melonjak naik. Tak heran, ketika Ramadan banyak orang bukan bertambah kurus tapi justru sebaliknya.

Hal ini disebabkan Anda mengonsumsi lebih banyak kalori ketimbang yang dibakar. Kurangnya aktivitas fisik saat berpuasa dan langsung pergi tidur usai makan membuat tubuh menimbun lemak karena Anda tidak memberikan kesempatan untuk membakar kalori yang masuk. 

Terlebih seseorang dengan riwayat keluarga dengan badan obesitas dan punya kebiasaan tidur setelah makan akan berkali-kali lipat berisiko mengalami kelebihan berat badan.

Selain itu, Profesor dari Missouri State University Jeremy Barnes menjelaskan bahwa ketika orang tidur, terjadi peningkatan kadar hormon grehlin, merujuk ScientificAmerican. 

Efek peningkatan hormon grehlin adalah munculnya rasa lapar ketika bangun. Jika Anda menerapkan hal ini saat puasa, tentu berat badan akan berangsur-angsur naik dan sulit turun.

2. Asam Lambung

Setiap kali kita makan dan makanan melewati tenggorokan, tahapan selanjutnya adalah makanan masuk ke dalam esofagus yang berfungsi melumat serta mengantarkan makanan ke lambung. 

Ketika sampai di lambung, konsistensi makanan sudah menjadi halus menyerupai cairan atau pasta. Jika proses cerna tak sempurna, makanan yang masih kasar dalam lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan memicu asam lambung.

Gejala yang dirasa saat asam lambung yakni nyeri di sekitar lambung atau perut kiri atas. Bisa juga terasa sensasi panas di dada. Bagi yang mudah mulas dan sakit perut, sebaiknya hindari kebiasaan tidur selepas makan.

3. Diabetes

Tidur setelah sahur dapat menyebabkan gula darah naik drastic di pagi hari. Namun, apabila kalian tidak makan apa pun sebelum tidur juga akan menyebabkan hipoglikemia, yaitu rendahnya kandungan gula pada darah.

See also  Waktu Terbaika Makan Sahur Sesuai Sunnah Rasul

Maka dari itu agar terhindar dari masalah seperti daiabetes, ada baiknya kalian memilih makanan yang dapat mencegah gula darah naik, seperti mengonsumsi makanan kaya protein, seperti telur, susu, daging, dan ikan.

Selain itu, kalian juga perlu memerhatikan sumber karbohidrat, dan pilihlah sumber karbohidrat yang kaya akan kandungan serat seperti, gandum, oat, beras merah, nasi jagung, dan kentang.

4. Gannguan Pencernaan

Biasanya, pengosongan lambung manusia membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam setelah makan. Dengan posisi berbaring atau tiduran dapat menghambat proses pengosongan lambung.

Jika ini terus terjadi bisa memicu sembelit atau kesulitan buang air besar. Untuk mencegahnya, hindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan kafein dalam menu sahur. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran agar proses pencernaan menjadi lebih lancar.

Tags: makan sahurtidur setelah sahur
Previous Post

Masjidil Haram Segera Dibuka untuk Umum

Next Post

Doa Hari Ketujuh Bulan Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks