Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Komunitas Muslim di Amerika Gunakan Medsos untuk lakukan Syiar Keagamaan

Abi Abdul Jabbar Sidik
30 March 2020 | 13:44
rubrik: Indeks, Mancanegara, News
Komunitas Muslim di Amerika Gunakan Medsos  untuk lakukan Syiar Keagamaan

Ditengah pandemi corona yang melanda Amerika Serikat, komunitas Indonesian Muslim Association in America tetap melakukan rutinitas keagamaan menggunakan aplikasi zoom dan youtube. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, — Pandemi virus corona berimbas langsung pada warga Muslim Indonesia di Amerika. Mereka harus diam di rumah dan tidak bisa beraktivitas di masjid. Namun, dua organisasi Muslim Indonesia di Amerika tetap aktif berkegiatan dengan bantuan media sosial dan virtual.

Fahmi Zakaria Zubair, dikenal sebagai Ustadz Fahmi, rutin melakukan tugasnya, memberi ceramah keagamaan kepada warga Muslim Indonesia di kawasan metro Washington DC, yang tergabung dalam IMAAM (Indonesian Muslim Association in America).

Yang berbeda dari rutinitasnya, semasa pandemi virus corona ini, di mana separuh warga Amerika diperintahkan untuk diam di rumah, ceramah tidak disampaikan langsung kepada jemaah di masjid. Ceramah disampaikan melalui media konferensi telepon Zoom, dan Youtube. Zoom membantu terjadi interaksi langsung dengan jemaah, sedangkan Youtube membantu jemaah melihat langsung ustadz mereka berbicara.

Menjaga rutinitas berjalan normal, antara lain dengan tetap bisa melihat tokoh agama mereka berbicara dan tetap bisa berinteraksi dengan saudara seiman, sangat membantu Muslim Indonesia dalam mendukung upaya pemerintah Amerika meredam pandemi virus corona. Tetapi yang penting adalah juga mengupayakan kehidupan berjalan normal, di rumah.

Dalam pernyataan bersama pada 18 Maret 2020, National Muslim Task Force (Satuan Tugas Muslim Nasional) untuk pandemi virus corona meminta Muslim di seluruh Amerika Utara mendukung upaya pemerintah di negara masing-masing untuk melakukan karantina mandiri dan menerapkan social distancing atau menjaga jarak dalam bersosialisasi.

Muslim diingatkan untuk tidak bertemu dalam jumlah lebih dari 10 orang, dan bahwa tindakan itu penting demi melindungi diri, keluarga dan komunitas mereka. Task Force juga meminta masjid-masjid, pusat-pusat komunitas, sekolah dan semua tempat umum agar tutup sampai waktu yang akan ditentukan nanti.

See also  RI dan Turki Sepakat Kolaborasi Industri Halal, Dari Sertifikasi hingga Riset

Dalam pernyataan bersama itu, Task Force menyertakan pula informasi yang diperkirakan menjadi pertanyaan warga Muslim, mulai dari informasi tentang virus corona dan cara penularannya, bagaimana kita mencegah penularan dan melindungi diri, sampai tentang fatwa dan informasi mengenai apa yang dilakukan Muslim di negara-negara lain.

Semua informasi dalam Task Force itu dimuat lengkap dan disebarluas oleh Islamic Society of North America (ISNA), yang termasuk dalam gugus tugas tersebut. Namun, ISNA, sebagai payung organisasi Islam di Amerika dan Kanada, menambahkan informasi lain, misalnya fiqih menyolatkan dan memakamkan korban COVID-19, yang sudah dirilis oleh Dewan Fiqih Amerika pada 13 Maret 2020.

ISNA menyerahkan kepada organisasi Islam di bawahnya dalam membuat kegiatan yang melibatkan anggota masing-masing guna menghadapi situasi itu.

Kegiatan Indonesian Muslim Society in America (IMSA) lebih banyak melalui virtual memang. Semasa pandemi, kegiatan IMSA ditambah dengan penyebaran informasi, antara membahas rinci, disertai tanya jawab seputar virus corona dan bagaimana menghadapinya, melalui radio komunitas IMSA, menghadirkan Azaibi Tamin, PhD, dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika.

“Kenapa kita harus meniadakan sholat Jumat? Pertama, belum ada vaksin untuk virus ini. Kedua, belum ada obatnya. Ketiga, kita bisa menghentikan penyebaran virus ini dengan tidak berkelompok,” kata Azaibi

Presiden IMSA Syafrin Murdas mengatakan pemberian informasi itu untuk menunjukkan kepedulian organisasi kepada anggotanya, disertai harapan tidak ada yang terkena wabah ini.

Di Seattle, Mohammad Joban terus melakukan tugasnya sebagai imam masjid Ar-Rahmah dengan mengunggah ceramah di Youtube.

Pertemuan virtual memang untuk sementara bisa mengisi lubang kebutuhan masyarakat, namun tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan komunitas Muslim untuk datang ke masjid

See also  Menlu RI Akan Sampaikan Pernyataan Lisan di Mahkamah Internasional
Tags: IMAAMIndonesian Muslim Association in Americaislam di amerika
Previous Post

4 Arahan Presiden untuk Antisipasi Mudik Lebaran

Next Post

PP Muhammadiyah Imbau Masyarakat tak Mudik Tahun Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks