MADANINEWS.ID, TEHRAN — Kementerian Kesehatan Iran mengklaim berhasil mengobati sejumlah kasus virus corona menggunakan obat produksi dalam negeri. Obat bernama Actemra tersebut telah digunakan mengobati pasien dengan kondisi parah.
“Pengujian obat imunomodulator yang disebut Actemra terhadap para pasien yang terinfeksi coronavirus berhasil memulihkan mereka secara parsial,” kata Kepala Hubungan Masyarakat dan Pusat Informasi Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran Kianush Jahanpur, Rabu (11/3).
Gejala-gejala pada pasien menurun 48 jam setelah pasien mengonsumsi Actemra, lanjut Jahanpur, seraya menambahkan bahwa hasil itu ditemukan dalam proses pemindaian.
Kendati demikian, Jahanpur mengatakan hasil tersebut masih dalam tahap awal serta perlu lebih banyak percobaan dan penelitian untuk menguji keefektifannya.
Iran merupakan salah satu negara dengan kasus virus Corona terbesar di luar China. Hingga saat ini, data kasus virus Corona menurut Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran per tanggal 9 Maret 2020 dengan rincian mencapai 7.161 kasus. Dari angka tersebut 237 terjangkit dinyatakan meninggal dunia dan 2.394 orang dinyatakan sembuh.
Hingga saat ini korban meninggal masih harus melewati tahap pemeriksaan untuk memastikan apakah korban meninggal akibat terinfeksi virus Corona atau penyakit lain. Pemerintah Iran juga sudah melakukan berbagai upaya dan langkah pencegahan serta penyebaran virus Corona.
Meski menjadi negara kasus virus Corona terbesar, Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran mengabarkan bahwa kondisi di Negeri Bintang David ini cukup kondusif dan terkendali. Aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tingkat keramaian yang lebih rendah.
Organisasi pelajar tersebut juga mengungkapkan bahwa kondisi pasar dan pusat perbelanjaan relatif normal. Suplai bahan makanan dan barang-barang kesehatan masih banyak tersedia. Masyarakat di Iran menyikapi keadaan dengan mengikuti imbauan Kementerian Kesehatan dan pejabat kesehatan setempat.
