MADANINEWS.ID, JAKARTA — Beredar video seorang kader Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Nahdlatul Ulama bernama Eko diduga mengalami persekusi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Kejadian yang dialami kader Banser NU Kota Depok tersebut diungkap oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) via akun Twitter resminya, @nahdlatululama, pada Selasa malam, 10 Desember 2019, sekitar pukul 20.24 WIB.
Tekanan terhadap Eko terlihat dalam rekaman video diunggah @nahdlatululama lalu viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu tampak dua orang anggota Banser mengenakan seragam bicara dengan seorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka. Video itu diawali dengan makian ‘monyet’ untuk bertanya di mana e-KTP kedua anggota Banser itu.
Salah satu anggota Banser tersebut tampak bertanya balik alasan pria yang kemudian terlihat mengenakan kaus dan topi hitam itu mempertanyakan e-KTP mereka. Percakapan kemudian berlanjut dengan mempertanyakan alasan dua anggota Banser berada di Jakarta. Dalam video itu, tampak percakapan itu terjadi di seberang sebuah toko roti.
Baca Juga: PBNU Apresiasi Sikap Kader Banser Tak Terprovokasi Meski Dipersekusi
Anggota Banser itu kemudian menjawab kalau keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq. Orang yang merekam video itu kemudian meminta dua anggota Banser tersebut untuk mengucap takbir namun anggota Banser itu mempertanyakan alasan mengapa dia harus mengucap takbir saat itu.
“Takbir, Allahuakbar. Lu Islam bukan?” ucap pria berkaus hitam.
“Islam, kenapa?” balas Anggota Banser.
“Yaudah takbir,” ucap pria berkaus hitam.
“Buat apa?” tanya Anggota Banser.
“Kok buat apa? Kafir dong lu! Eh tar dulu takbir dulu kalau muslim, orang Islam harus takbir,” ujar pria berkaus hitam itu.
“Islam itu cukup ucapkan kalimat syahadat,” jawab Anggota Banser
Mendengar jawaban tersebut pria berkaus hitam kemudian menyatakan kalau kalimat syahadat adalah ucapan bagi orang di luar Islam yang hendak masuk Islam. Dia meminta anggota Banser itu untuk tak mengajarinya dan kemudian memaki kedua anggota Banser itu sambil mengancam akan mencegat keduanya serta menyebut-nyebut jawara. Kedua anggota Banser itu kemudian pergi menggunakan sepeda motor.
Menanggapi video tersebut, PBNU menyebut Eko adalah kader Banser Kota Depok, Jawa Barat. PBNU pun mengapresiasi Eko yang tidak emosional menghadapi tekanan tersebut.
PBNU juga menyatakan bahwa Islam yang benar tidak mudah mengkafirkan pihak lain.
“Sementara yang memaksa takbir ini, justru mencoreng wajah Islam dengan paksaan dan makian,” begitu cuitan PBNU.
