Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Polisi Israel Tembak Mata Kiri Jurnalis

Abi Abdul Jabbar Sidik
19 November 2019 | 10:12
rubrik: Mancanegara
Polisi Israel Tembak Mata Kiri Jurnalis

Para Jurnalis menggelar aksi solidaritas untuk Armaneh. (REUTERS/Mussa Qawasma)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, GAZA — Linimasa media sosial diramaikan dengan foto orang-orang yang menutup mata kirinya. Di setiap kiriman mereka menyertakan #MuathEye, sebuah gerakan solidaritas untuk Muath Amarneh, seorang jurnalis yang tertembak peluru Israel tepat di mata kiri.

Dilansir dari Tempo, Amarneh terkena tembakan pada Jumat (15/11) lalu di dekat Hebron ketika sedang meliput aksi protes warga Palestina terhadap permukiman Yahudi. Kemudian terjadi kericuhan saat aksi protes sedang berlangsung.

“Saat ricuh berlangsung, saya berdiri di pinggir massa menggunakan rompi antipeluru bertuliskan ‘pers’ dan sebuah helm. Tiba-tiba sesuatu mengenai mata saya. Saya pikir itu peluru karet atau sebuah batu. Tapi ketika saya pegangi mata saya, saya tidak menemukan apa-apa. Setelah itu (mata kiri) saya tidak bisa melihat,” cerita Amarneh kepada AFP, dilansir dari Al Jazeera pada Ahad (17/11) kemarin.

Polisi perbatasan Israel mengatakan mereka tidak menarget Amarneh hari itu. Polisi Israel mengatakan hanya menggunakan sarana yang ‘tidak mematikan’ untuk membubarkan kerumunan dan merilis video seseorang yang disebut-sebut Amarneh, berdiri di belakang sekelompok orang yang melemparkan batu.

Kerabat Amarneh mengatakan, dokter Hadassah Medical Center Israel di Yerusalem, memberi tahu mereka bahwa Amarneh telah kehilangan penglihatan di matanya. Tetapi pejabat rumah sakit sendiri sampai saat ini baru hanya bisa memastikan bahwa dia menderita cedera serius.

Kejadian para Jumat itu juga memantik simpati dari rekan sejawat Amarneh di sekitar Tepi Barat dan Gaza. Seperti di Betlehem pada hari Ahad, polisi membubarkan para jurnalis di pos pemeriksaan utara kota dengan menembakkan gas air mata.

Para jurnalis memprotes dengan satu mata tertutup, tanda solidaritas untuk Amarneh. Mereka juga mengangkat tanda bertuliskan: ‘Mata kebenaran tidak akan pernah dibutakan’. Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa puluhan jurnalis terkulai lemas setelah menghirup gas air mata, sementara para pejabat kesehatan mengatakan tujuh orang terluka ringan.

See also  World Peace Forum ke-7 Hasilkan 6 Deklarasi

Dikutip dari Al Jazeera, Sindikat Jurnalis Palestina mengatakan 60 jurnalis telah terkena amunisi langsung tahun ini, dan mayoritas di Gaza – daerah di mana protes mingguan kerap menyebabkan para demonstran terluka.

Tahun lalu, wartawan Palestina Yaser Murtaja meninggal karena luka-lukanya setelah ditembak oleh pasukan Israel selama demonstrasi massa di sepanjang pagar Gaza. Pria berusia 30 tahun itu dipukuli meski mengenakan jaket antipeluru biru yang ditandai dengan kata ‘pers’, yang menunjukkan ia adalah seorang jurnalis.

Wartawan Anadolu Agency (AA) Pizaro Gozali Idrus menuturkan, Israel hingga kini terus-menerus menyerang fasilitas milik warga-warga sipil. Salah satu yang tidak terlepas dari serangan mereka adalah para jurnalis.

“Tak hanya permukiman penduduk saja, Israel juga menargetkan serangan pada bangunan-bangunan fasilitas umum seperti kantor biro AA yang ada di Palestina pada Mei lalu. Padahal, pekerjaan jurnalis sangat dilindungi dan dilarang untuk diserang,” tutur Pizaro saat menjadi pengisi acara konferensi pers tentang pernyataan sikap Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait serangan Israel terhadap Palestina, Kamis (14/11).

Pizaro menambahkan, sejak tahun 1972, tercatat 102 jurnalis harus meregang nyawa akibat kekerasan saat bertugas di wilayah konflik Palestina. Angka ini tak termasuk dengan jurnalis yang harus dihukum atas dasar yang tidak jelas. Salah satu jurnalis AA sendiri, kata Pizaro, pernah ditangkap di Tepi Barat dan ditahan tanpa pernah diadili dengan alasan yang dianggap mengada-ada.

“Salah satu yang ditakuti Israel adalah pekerja media. Mereka sangat tidak ingin kejahatan yang mereka lakukan terhadap Palestina diketahui dunia,” ungkap Pizaro. []

Previous Post

RS Dompet Dhuafa Terima Wakaf 100 Unit Mammogram dari Yayasan MGPI

Next Post

Forum Pangan Halal Dunia Bahas Standarisasi Hewan Halal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks