Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Bekraf – Kemlu Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Kawasan

Abi Abdul Jabbar Sidik
4 September 2019 | 14:36
rubrik: Nusantara
Bekraf – Kemlu Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Kawasan

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan ASEAN Regional Workshop on Creative Economy di Nusa Dua Bali pada Rabu - Kamis (4-5/9/2019). (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, NUSA DUA-BALI — Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI  menggelar ASEAN Regional Workshop on Creative Economy 2019 di Courtyard by Marriot, Nusa Dua, Bali pada Rabu – Kamis (4-5/9/2019). Acara ini merupakan kegiatan lanjutan dari acara Friends of Creative Economy (FCE) yang telah digelar hari sebelumnya.

Menurut Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf Endah W. Sulistianti, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama ekonomi kreatif di lingkungan negara-negara ASEAN.

Dalam sambutan pembukaan Workshop yang dibacakan oleh Direktur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri K. Candra Negara, Deputi Endah menyatakan bahwa workshop kali ini merupakan pertemuan mengenai ekonomi kreatif pertama di antara anggota ASEAN. “Di era revolusi industri 4.0, ketika globalisasi dan digitalisasi berjalan bersamaan, negara-negara di Kawasan Asia Tenggara harus siap dan harus mampu mengikuti perkembangan ini,’’ kata Endah.

Indonesia percaya, ASEAN dapat menjadi pemain utama dalam ekonomi kreatif. ‘’Namun terdapat factor yang harus diakselerasi, di antaranya pengarusutamaan isu ekonomi kreatif dalam mekanisme ASEAN,” ungkap Endah.

Potensi Asia Tenggara menjadi pelaku utama ekonomi kreatif di dunia sangat besar. Di samping kaya dengan budaya budaya dan warisan sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kawasan ini sangat pesat. Apalagi dengan terus meluasnya revolusi industri 4.0. Selama beberapa tahun terakhir, setidaknya tujuh perusahaan rintisan di ASEAN melesat menjadi Unicorn.

Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Duta Besar Jose Antonio Morato Tavares menyampaikan, bahwa ekonomi kreatif, sebagai sektor yang paling dinamis dalam ekonomi global saat ini, juga telah bertransformasi menjadi sumber pengembangan sosial-ekonomi. Ekonomi kreatif juga terbukti tahan krisis karena bersifat inklusif karena tidak memiliki batasan ras, usia, jenis kelamin, modal dan latar pendidikan.

See also  BNI Syariah dan Bekraf Umumkan Pemenang Kompetisi Deureuham 2019

Beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah memiliki lembaga khusus untuk ekonomi kreatif. Hasilnya, beberapa subsektor ekonomi kreatif  (seperti fesyen, kuliner, kerajinan, desain produk, serta gim dan aplikasi) di negara-negara tersebut mengalami perkembangan yang luar biasa.

Kegiatan selama dua hari ini bertema Promoting Cooperation and Collaboration in Creative Economy in ASEAN. Kegiatanini sejalan dengan Cetak BiruMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), terutama bagi penguatan peran UMKM dalam integrasi ekonomi ASEAN melalui pemasaran, teknologi, dan inovasi.

ASEAN Regional Workshop on Creative Economydikuti oleh perwakilan dari masing-masing negara anggota ASEAN: seorang pembuat kebijakan dan seorang pelaku kreatif atau perwakilan asosiasi. Sejumlah narasumber diundang untuk menjadi pembicara yang merupakan perwakilan ASEAN (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintahan, dan media yang berkaitan dengan isu ekraf) dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Kegiatan ini diharapkan dapat merumuskan strategi, langkah, dan upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN, untuk memperkuat kapasitas ekonomi kreatif di Kawasan.

ASEAN Regional Workshop on Creative Economy merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk menggaungkan ekonomi kreatif di tingkat regional. Workshop ini dinilai penting karena untuk meningkatkan awareness isu ekonomi kreatif di kawasan regional. Selain itu, diharapkan muncul suatu rekomendasi model kerja sama yang cocok untuk diterapkan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini dikuti oleh perwakilan dari masing-masing negara anggota ASEAN, yakni satu orang pembuat kebijakan dan satu orang pelaku kreatif atau perwakilan asosiasi kreatif. Sejumlah narasumber diundang untuk menjadi pembicara yang merupakan perwakilan ASEAN dengan latar belakang dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintahan, dan media yang berkaitan dengan isu ekraf

See also  13 Jemaah Rawat Inap di KKHI Madinah, Ini Lima Penyakit Paling Sering Dialami
Tags: Bekrafekonomi kreatif kawasankementerian luar negeri
Previous Post

Penulis Disertasi Halal Berhubungan Seks Diluar Nikah Minta Maaf ke Umat Islam

Next Post

DSN MUI Nilai Koperasi Syariah Ikut Dorong Pengesahan RUU Perkoperasian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks