MADANINEWS.ID, JAKARTA — Istana Kepresidenan kembali menggelar Doa Kebangsaan di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/7) malam. Acara tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.
Presiden Joko Widodo hadir bersama Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Sejumlah tokoh juga tampak menghadiri acara ini. Di antaranya, Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu’ tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) KH Musthofa Aqil Siroj, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, KH Ahmad Muwafiq, Ustadz Yusuf Mansur, dan Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.
Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat bersyukur dalam memasuki bulan kemerdekaan, dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-74 tahun, Agustus ini.
“Kita semuanya bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita, baik itu kenikmatan persatuan, baik itu kenikmatan ukhuwah kita, persaudaraan kita, baik ukhuwah islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah kita, dan juga bersyukur atas kenikmatan dengan kemajuan-kemajuan yang diperoleh negara ini, oleh bangsa ini, dan oleh rakyat kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Doa Kebangsaan 74 Tahun Indonesia Merdeka, di Halaman Istana Merdeka, Kamis (1/8) malam.
Sebagai bangsa yang besar, Kepala Negara menekankan, tentu Bangsa Indonesia juga ingin dan harus memiliki cita-cita besar, memiliki mimpi-mimpi besar. Tetapi sebagai bangsa yang besar, sambung Presiden, yang dihadapi juga masalah-masalah besar, tantangan-tantangan besar.
Oleh karena itu, lanjut Kepala Negara, Bangsa Indonesia harus mempererat persatuan, mempererat persaudaraan, karena potensi besar dimulai dari adanya rasa persatuan, rasa persaudaraan, di antara kita sebagai saudara se-bangsa dan se-tanah air.
“Persaudaraan lah yang akan membawa negara kita ini maju. Menatap masa depan dengan optimisme,” tegas Kepala Negara.
Kepala Negara yang pada kesempatan itu hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak masyarakat yang hadir pada acara Doa Kebangsaan 74 Tahun Indonesia Merdeka untuk bersama-sama menundukkan hati dan berdoa agar seberat apapun ujian, agar seberat apapun tantangan yang dihadapi, insyaallah semuanya bisa diatasi sehingga cita-cita kemerdekaan yang dikumandangkan 74 tahun yang lalu bisa terwujud secepat-cepatnya.
“Marilah kita semuanya menjaga kearifan lokal kita, menjaga kearifan nasional kita, sebagai sebuah bangsa dengan budaya yang luhur. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” tutur Kepala Negara.
Sementara itu, Ketua Panitia Doa Kebangsaan KH Mustofa Aqil Siroj mengatakan bahwa acara ini dihadiri pimpinan ormas dan tokoh lintas agama.
“Doa kebangsaan Dihadiri pimpinan berbagai ormas, pemuka lintas agama dan masyarakat karena ini zikir kebangsaan,” ujar Kiai Musthofa.
Pada kesempatan itu, Kiai Musthofa mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pemerintahan Jokowi dan JK, yang akan dilanjutkan dengan pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin.
“Kami mendukung pemerintahan Indonesia yang dipimpin Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla yang insyaallah akan diteruskan Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin,” ucapnya.
