MADANINEWS.ID, JAKARTA — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak hanya berperan dalam pembudayaan olahraga, serta peningkatan prestasi olahraga, namun lebih dari itu. Kemenpora juga berperan dalam pemberdayaan pemuda dan pengembangan pemuda. Demikian disampaikan oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh dalam sambutannya di Grand Final Duta Muslimah Preneur yang diselenggarakan IPEMI, di Jakarta (29/3).
Dalam peran terakhir tersebut, ada tiga aspek penting yang dimiliki Kemenpora, yaitu penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan.
“Pengembangan pemuda, difokuskan pada tiga hal sesuai amanat UU yaitu, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan. Dalam kepemimpinan dan kewirausahaan yang dilaksanakan Kemenpora ini, memiliki kesamaan dengan gerakan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI),” kata Asrorun.
Hal ini karena gerakan IPEMI berkontribusi dalam pengembangan ekonomi umat sesuai visi misi IPEMI.
“Dan pemilihan Duta Muslimah Preneur menjadi salah satu bentuk pengembangan kepemimpinan dan kewirausahaan yang demikian selaras dengan program Kemenpora. Karena itu ke depan, IPEMI dan Kemenpora harus dapat lebih bersinergi”, lanjut Asrorun.
Asrorun tidak lupa juga mengungkapkan jika Kemenpora sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh IPEMI. Diharapkan akan semakin banyak Duta Muslimah Preneur yang lahir di seluruh Indonesia. Hal ini karena pada saat ini, Duta Muslimah Preneur yang terjaring baru 23 provinsi.
Kegiatan DMP 2019 merupakan ajang kontestasi pemilihan para muslimah preneur muda berprestasi yang diselenggarakan IPEMI dengan dukungan Wardah Beauty Cosmetics Indonesia dan majalah Madani, yang merupakan majalahnya IPEMI, sekaligus bacaan wajib anggota IPEMI.
Acara ini diikuti oleh 30 finalisyang terpilih dari seleksi DMP di seluruh Kabupaten Kota dan Wilayah Provinsi di Indonesia serta perwakilan dari 5 Negara dimana IPEMI berada.
Di kompetisi Grand Final DMP tingkat nasional ini, para peserta akan diuji mengenai berbagai skill dan keterampilan serta pengetahuan tentang dunia wirausaha oleh dewan juri.
Dewan Juri Grand Final DMP 2019 beranggotakan kalangan professional, motivator, entrepreneur dan tokoh ekonomi syariah tanah air. Ini seperti Valentino Dinsi, M. Lutfi Handayani MM., MBA (Ketua Dewan penasehat IPEMI/CEO & Pimpinan redaksi Majalah Madani, Ikhwan Asrin SE, M. SI, Dr. Yayuk Apriani, SE., MM, Melani Lamina Suharli, Ria Baraba, Nurhayati Subakat serta Victoria B. Simanungkalit.
Selama proses Grand Final DMP ini, para Finalis akan terlebih dahulu melalui proses karantina dan mendapat pembekalan mengenai Muslimah Character Building, Manajemen Wirausaha, Ekonomi Syariah, dan beberapa pengetahuan lainnya. Materi-materi tersebut akan disampaikan olehberbagai Narasumber dan tokoh-tokoh kenamaan seperti pakar ekonomi syariah M. Syafii Antonio, Tokoh Entrepreneur Indonesia Valentino Dinsi, Motivator Wiwied Taher hingga Agus Pramono (Mas Mono)/owner Ayam Bakar Mas Mono.(Irawan)
