Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Muhammadiyah Kembangkan Tradisi Wacana Keilmuan

Abi Abdul Jabbar Sidik
22 January 2019 | 09:47
rubrik: Nusantara
Muhammadiyah Kembangkan Tradisi Wacana Keilmuan
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta — Memasuki abad kedua, Muhammadiyah senantiasa terus memelihara tradisi keilmuan yang dikembangkan KH. Ahmad Dahlan sejak awal. Bagi Muhammadiyah, memajukan kehidupan peradaban adalah dengan ilmu. Karenanya, pendidikan menjadi prioritas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir ketika ditemui selepas menghadiri acara pelantikan Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Sabtu (19/1).

Haedar menjelaskan bagaimana Persyarikatan yang bercorak pembaharu ini bisa tetap eksis, karena dari dulu sampai saat ini tetap konsisten dengan sikap kritis terhadap realitas sosial dan menjawabnya dengan gerakan nyata.

Dalam membangun gerakan sosial, Muhammadiyah kata Haedar, tidak lepas dari diskursus di dalamnya.

“Tradisi berdiskusi bukan hal baru di Muhammadiyah,” jelas Haedar dari rilis yang diterima Selasa (22/1).

Hal itu katanya, sudah biasa dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan. Bahkan dialog itu tidak hanya dilakukan sebatas  dengan sesama umat Islam, tetapi juga dengan berbagai golongan agama maupun paham yang berbeda.

Berdialog dengan orang yang berbeda keyakinan tidak selalu berarti bersepaham. Kader Muhammadiyah,  diharapkan terbuka terhadap berbagai perbedaan  pemikiran sebagai sebuah tradisi keilmuan.

“Muhammadiyah itu sejak awal selalu menjunjung tinggi keilmuan,” kata Haedar.

Al-Quran dalam surah Az-Zuamar ayat 18 telah mengajarkan kepada kita terbuka terhadap perbedaan pendapat untuk kemudian  mengambil yang terbaik.

Dalam memelihara tradisi akal itulah maka Muhammadiyah selalu terbuka terhadap berbagai pemikiran.  Menyikapi terhadap adanya penolakan kegiatan keilmuan karena perbedaan paham ini, Haedar Nashir menegaskan tidak boleh ada di Muhammadiyah sebuah kegiatan keilmuan yang dihalang-halangi karena alasan perbedaan paham.

“Tidak boleh lagi ada kegiatan keilmuan di Muhammadiyah yang dihalangi,” tegasnya. Tio/Kontributor.

See also  Korban Kecelakaan Bus Umrah Akan Dimakamkan di Arab Saudi
Previous Post

Aceh Bersiap Menuju Kawasan Wisata Halal Terbaik di Indonesia

Next Post

Komisi I DPR Desak Kebijakan Pemeriksaan Visa Haji dan Umrah Ditunda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks