Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

GP Ansor Dianggap Sesat, Legislator Desak Duta Besar Arab Saudi Minta Maaf

Abi Abdul Jabbar Sidik
5 December 2018 | 12:02
rubrik: Nusantara
GP Ansor Dianggap Sesat, Legislator Desak Duta Besar Arab Saudi Minta Maaf

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta—Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mendesak Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Abdullah Shuaibi untuk meminta maaf kepada Pemerintah Indonesia dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Ia meminta Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas terhadap Dubes Arab Saudi.

Ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12) mantan Pengurus GP Ansor tersebut menyatakan sangat tersingung dengan tweet yang diduga milik Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. Tweet itu dianggap menyinggung karena GP Ansor dianggap organisasi sesat.

Lebih lanjut Ace meminta Dubes Osama mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada siapapun yang disebut dalam tweet-nya. Pada tataran hubungan diplomatik, tidak boleh seseorang ikut campur urusan dalam negeri. “Sebaiknya Dubes Osama segera minta maaf terhadap apa yang ditulis dalam tweet-nya,” cetus legislator Partai Golkar itu.

Dalam kesempatan terpisah, tweet Osama mendapatkan tanggapan berbagai kalangan, diantaranya PBNU, GP Ansor dan Kementerian Luar Negeri. Mereka menilai, hubungan yang baik selama ini yang dibangun dari dulu sampai sekarang antarumat Islam Indonesia dan umat Islam Arab. Begitu pula hubungan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi turut ternodai oleh Dubes Osama yang ditulis dalam tweet-nya.

Sebelumnya, melalui akun twitter-nya Minggu (2/12/2018) lalu, Osama menyatakan bahwa kegiatan pertemuan umat Islam di Monas merupakan reaksi atas pembakaran bendera di Garut sebulan lalu. Ia menyebut bahwa ormas pembakar bendera tersebut sebagai ormas yang menyimpang. Tio/Kontributor.

See also  DISART Festival di G20 Siap Digelar Demi Dorong Ekosistem Ekonomi Disabilitas
Previous Post

Waspadai Investasi Bodong Atas Nama Koperasi

Next Post

Berikut Rumusan Gerakan Zakat Global di Konferensi WZF

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks