Hal tersebut mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa titik. Hingga sore ini (Selasa, 13/11) Dompet Dhuafa merespon bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Cipatujah dan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya.
“Tim kemanusiaan Dompet Dhuafa Jawa Barat di Tasikmalaya saat ini terus membantu warga sekitar dengan membersihkan jalan umum yang tertimbun akibat longsor,” kata Manager Komunikasi Dompet Dhuafa Jawa Barat, Yogi Achmad Fajar Rabu (14/11).
Selain itu, ia menambahkan Tim juga membuat jembatan darurat menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lainnya. Hal ini kat dia, untuk membantu kemudahan akses dua kampung tersebut yg terputus.
Seperti diketahui, Banjir dan longsor yang melanda sejumlah kawasan di Tasikmalaya juga telah merusak ratusan rumah dan fasilitas umum.
Diperkirakan kerugian ekonomi akibat bencana ini mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tasikmalaya, menyebutkan bahwa sekitar 1.398 keluarga terdampak, , 3.436 jiwa penerima manfaat, 6 jiwa meninggal dunia dan tiga kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Culamega, Cipatujah, dan Cikalong menjadi wilayah yang cukup terdampak berat dengan adanya bencana banjir dan longsor ini.
Yogi juga mengungkapkan, hujan terus menerus dengan intensitas bervariasi, dikhawatirkan akan menimbulkan bencana susulan.
Selain itu, ia melihat banyak dari pengungsi yang membutuhkan kebutuhan-kebutuhan mendesak seperti dapur umum selimut, higine kit, dan bantuan makanan pokok.
Dirinya juga menyampaikan beberapa hal seperti akses yang terputus karena jembatan rubuh dan jalan tertutup longsoran tanah menjadi kendala bagi tim DMC untuk melakukan intervensi lebih jauh. Tio/Kontributor.
