Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Menkop Dan UKM Yakin BMT Mampu Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan

Abi Abdul Jabbar Sidik
7 November 2018 | 11:38
rubrik: Ekonomi Syariah
Menkop Dan UKM Yakin BMT Mampu Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan

Sambutan Menkop UKM Puspayoga dalam pembukaan Silaturahmi Nasional Perhimpunan BMT Indonesia Tahun 2018. (foto:kemenkop ukm)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan bahwa peran dan kehadiran Baitul Maal Tamwil (BMT) di seluruh Indonesia dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat sangatlah strategis.

“Saya menaruh harapan besar terhadap BMT untuk terus bersinergi mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Saya optimis akan hal itu”, kata Puspayoga pada acara pembukaan Silaturahmi Nasional Perhimpunan BMT Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (6/11).

Di hadapan 400 orang peserta dari 180 BMT (11 provinsi), Puspayoga menyebut Perhimpunan BMT Indonesia sebagai koperasi sekunder dan menghimpun 326 BMT yang melayani koperasi primer, menyatukan visi dan misi sebagai lembaga keuangan syariah dalam memberikan layanan pembiayaan syariah kepada usaha mikro dan kecil yang menjadi anggotanya.

“Dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia berpotensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah”, imbuh Puspayoga.

Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan jumlah industri keuangan syariah terbanyak di dunia. Antara lain, terdapat 5000 institusi lembaga keuangan syariah, meliputi 34 perbankan syariah, 58 operator Takaful/Asuransi Syariah, tujuh perusahaan modal ventura syariah, 163 BPR Syariah, 4500 BMT, dan satu institusi pegadaian syariah.

“Tapi, di sisi lain, pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia masih relatif kecil, yaitu 5,7% dari total industri perbankan nasional. Bandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 23,8%”, jelas Puspayoga.

Puspayoga pun menekankan bahwa pelaku bisnis tidak boleh hanya mencari keuntungan semata. Tapi juga harus memiliki benefit dan menguntungkan secara sosial. Jangan menjadi kapitalis, melainkan social enterpreneur. Misalnya, mampu mengolah satu produk agar tetap memiliki harga menarik meski usai panen harga biasanya turun. “Saya harap BMT hadir disana dalam membentuk jiwa social enterpreneur”, tukas Puspayoga. Tio/Kontributor.

See also  Investasi Saham di Pasar Modal, Halal apa Haram?
Tags: AAGN PuspayogaBaitul Maal Tamwil
Previous Post

MDMC Terima Penghargaan Ormas 2018 Bidang Penanggulangan Bencana dari Kemendagri

Next Post

Dompet Dhuafa Nilai Dunia Pendidikan Terjebak Dengan Legalitas Formal Ijazah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks