MADANINEWS.ID, PALU-Kondisi pascagempa di Kota Palu dilaporkan masih mencekam. Listrik belum menyala, air bersih langka, krisis bahan bakar minyak, hingga akses transportasi darat maupun udara masih sangat terbatas. Sementara itu, pasokan logistik langka untuk ditemukan. Menyiapkan aksi skala masif dan pusat koordinasi Tim Aksi Cepat Tanggap di Kota Palu, Selasa (2/10), Posko Kemanusiaan ACT pun didirikan.
Koordinator Tim Emergency Response ACT di Kota Palu Kusmayadi mengabarkan, Posko Utama Tim ACT di Kota Palu beralamat di Jl. H. Hayun, No: 38, RT 02 RW 07, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.
“Tidak mudah untuk mencari bangunan yang layak dan sekiranya tahan gempa untuk dijadikan posko ACT pascagempa di Kota Palu. Bangunan di pinggir laut habis disapu tsunami, sementara bangunan yang masuk ke selatan Palu banyak sekali yang mengalami kerusakan fisik. Kami juga mencari bangunan yang berada di tengah Kota Palu, untuk memudahkan tim evakuasi ACT bergerak ke lokasi di sekitar Palu,” jelas Kusmayadi.
Tantangan lain datang dari bangunan rumah yang ditinggal oleh sejumlah warga untuk mengungsi. “Kalaupun ada bangunan utuh tidak mengalami retak, tapi tidak bisa kita akses. Karena bangunan dikunci dan ditinggal penghuninya mengungsi,” tutur Kusmayadi.
Permasalahan air bersih dan listrik yang padam pun menjadi urusan pelik di seluruh kota. Tim ACT di lokasi bencana melaporkan, sudah berhari-hari sejak gempa terjadi, mereka hanya berwudu menggunakan air mineral. Mandi adalah hal mustahil karena air bersih yang langka. Masalah ini yang juga menjadi prioritas untuk menyiapkan Posko Utama ACT yang layak.
“Insya Allah Posko ACT di Palu bisa menyala listriknya dengan genset. Air bersih juga sedang kami siapkan di posko. Bangunan posko sudah kami pastikan tahan guncangan gempa susulan karena tidak ada yang mengalami keretakan, Insya Allah,” tutur Nur Ali Akbar, Koordinator Relawan dan Logistik ACT di lokasi gempa Palu.
Memulai aksi dalam kondisi serba darurat dan terbatas, beberapa kendaraan operasional Tim ACT di Palu bahkan menggunakan mobil yang penyok-penyok akibat tertimpa runtuhan gempa. Seperti kendaraan operasional medis ACT misalnya, mobil berwarna putih itu menjadi saksi bisu betapa gempa dan tsunami Palu terjadi begitu dahsyat.
“Kondisi serba darurat di sini, selagi Ambulans ACT sedang dikirimkan langsung dari Kota Makassar, kami kesulitan mencari kendaraan roda empat untuk mobilisasi seluruh Tim ACT. Beberapa kendaraan bekas terkena gempa kami gunakan untuk sementara waktu,”pungkasnya.
