Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Amalan-amalan Sunnah di Bulan Muharram

Abi Abdul Jabbar Sidik
19 August 2020 | 14:00
rubrik: Renungan Hati
Amalan-amalan Sunnah di Bulan Muharram
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Saking mulianya, ia dijuluki dengan syahrullah (bulan Allah). Muharram dikatakan mulia karena di dalamnya terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya. Amalan sunnah yang dimaksud ialah puasa. Kesunnahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah:

 جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال:  شهر الله الذي تدعونه المحرم

“Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal? Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram.” (HR: Ibnu Majah)

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

“Puasa yang paling utama setelah ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharram.”

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam al-Nawawi mengatakan hadis ini menjadi dalil keutamaan puasa Muharram.

Al-Qurthubi, seperti yang dikutip al-Suyuthi dalam al-Dibaj ‘ala Shahih Muslim, menjelaskan:

إنما كان صوم المحرم أفضل الصيام من أجل أنه أول السنة المستأنفة فكان استفتاحها بالصوم الذي هو أفضل الأعمال

“Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahu baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.”

Memperbanyak puasa di bulan Muharram disunnahkan karena ia merupakan pembuka tahun baru. Seyogyanya tahun baru dihiasi dengan amal shaleh dan puasa termasuk amalan yang paling utama.

Tentu harapannya, di bulan selanjutnya, menjalankan ibadah puasa sunnah ini tetap dilakukan dan tidak berhenti sampai akhir bulan muharram. Selain awal tahun, dalam banyak hadis juga disebutkan bahwa tanggal 10 Muharram dianjurkan untuk berpuasa.

See also  Keutamaan Birrul Walidain (Berbakti Kepada Orang Tua)

Oleh sebab itu, Zaynuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in mengatakan, “Bulan utama untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Sementara di antara asyhurul hurum itu bulan Muharram adalah yang paling utama, kemudian rajab, dzulhijah, dzul-qa’dah, sya’ban, dan puasa ‘arafah.

Tags: Amalan Muharramtahun baru islam
Previous Post

Sambut HUT RI, IPEMI Malaysia Jalin Kemitraan dengan KPJ Ampang dan PPI Malaysia

Next Post

Hari Ini Sidang Putusan Penembakan Christchurch Dimulai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks