IBADAH.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mulai mengambil langkah-langkah praktis untuk menerapkan Visi Saudi 2030 yang bertujuan untuk memastikan kedatangan sekitar 30 juta peziarah Umrah setiap tahun.
Salah satunya adalah dengan memulai lebih awal musim umrah tahun 1440 H pada bulan Muharram (11 September). Dengan demikian musim umrah tahun 1440H/2018-2019M dimajukan satu bulan dari waktu yang biasanya yaitu pada bulan Safar (Oktober).
Dilansir dari Saudi Gazette pada Senin (03/09), Kementerian Haji dan Umrah akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mulai menerbitkan visa Umrah kepada para peziarah di misi diplomatik dan konsuler di luar negeri.
Pada musim umrah tahun 1439H, lebih dari tujuh juta peziarah melakukan umrah melalui tiga jalur, darat, udara dan laut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Mashshat mengatakan 15 juta jamaah haji diharapkan melakukan umrah pada tahun 2022. Jumlahnya akan meningkat menjadi sekitar 30 juta pada tahun 2030.
“Kami sekarang memiliki 1,8 juta jemaah haji yang datang dari luar negeri. Kami berencana untuk meningkatkan jumlah ini menjadi lima juta pada 2030,”katanya.
Wakil menteri mengatakan kedatangan para peziarah melalui udara, darat dan laut telah dibuat sangat mudah dan pemrosesan paspor peziarah sekarang hanya akan memakan waktu beberapa menit.
“Pada musim Haji yang baru saja selesai kami memperkenalkan inisiatif Makkah Road di mana para peziarah, terutama dari Malaysia dan Indonesia, memproses prosedur paspor mereka di negara asal mereka,” katanya.
Di bawah inisiatif baru, peziarah tidak perlu menunggu imigrasi saat tiba di Kerajaan.
