Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

BPOM Akan Inisiasi Pertemuan BPO Negara OKI

Abi Abdul Jabbar Sidik
24 August 2018 | 12:44
rubrik: Indeks
BPOM Akan Inisiasi Pertemuan BPO Negara OKI

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, JAKARTA – Isu tentang ketersediaan akses terhadap obat-obatan termasuk vaksin menjadi hal yang sedang dihadapi dunia, khususnya pada negara- negara berkembang.

Menurut WHO 30% orang di dunia kekurangan akses terhadap obat-obatan yang bersifat life-saving atau penyelamat jiwa.

Beberapa faktor penyebabnya adalah masih sedikitnya jumlah pabrik obat dan vaksin, keterbatasan kapabilitas National Regulatory Authorities (NRA) dan pembiayaan dalam hal produksi obat dan vaksin.

Kondisi ini juga terjadi di beberapa negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan disebabkan oleh keterbatasan kapasitas produksi dari industri farmasi yang ada di negara tersebut.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa hanya beberapa negara anggota OKI, seperti Indonesia, Iran, Senegal, Uzbekistan, Bangladesh, Tunisia dan Mesir, yang memiliki kapasitas untuk memproduksi vaksin.

“Sebagian besar negara anggota OKI masih mengandalkan impor dari luar negara OKI untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dan vaksin di negaranya,” katanya di Jakarta, Jumat (24/8).

Penny menyampaikan, pada tanggal 14 November 2017 lalu Kepala BPOM RI melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jendral OKI, H.E. Dr. Al-Othaimeen untuk membahas isu penting dan strategis tentang kemandirian dan keterjangkauan obat-obat termasuk vaksin di negara anggota OKI.

“Dengan semangat untuk saling membantu, BPOM RI berinisiatif untuk menjadi tuan rumah pertemuan pertama para pimpinan Badan Pengawas Obat negara anggota OKI dan mengawal perumusan strategi terkait kemandirian dan ketersediaan produksi vaksin,”ungkapnya. Tio/Kontributor.

See also  Kyai Maaruf: Masyarakat Diwajibkan Vaksin MR
Tags: BPOMPenny Lukitovaksin halal
Previous Post

Kemenag Apresiasi Blogger yang Angkat Tema Wakaf di Media Sosial

Next Post

MAARIF Institute: Kasus Meiliana Seharusnya Berlaku Bagi Semua Rumah Ibadah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks