Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

KPAI: Pawai Kemerdekaan Anak Menggunakan Cadar di Probolinggo Bukan Budaya Indonesia

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 August 2018 | 09:46
rubrik: Keluarga
KPAI: Pawai Kemerdekaan Anak Menggunakan Cadar di Probolinggo Bukan Budaya Indonesia

Pawai anak TK di Probolinggo yang dinilai kontroversial. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, JAKARTA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengaku kaget dan menyesalkan pawai kemerdekaan kelompok peserta tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) di Probolinggo.

Hal tersebut seperti yang diketahui, anak-anak tersebut mengenakan jubah dan bercadar hitam yang mencengangkan, anak usia dini itu menenteng replika senjata dari gabus bahkan  viral di dunia maya.

“Kita tahu bahwa “cadar” dan “senjata” mengingatkan pada atribut kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang terornya menakutkan dunia sedangkan Senjata dan cadar hitam sudah mengarah pada gerakan terorisme, salah satu simbol kekerasan yang seharusnya dijauhkan dari anak-anak,” ujar Retno kepada Islampos.com di Jakarta Kamis (23/8).

Menurutnya, jika memang ingin mengenalkan nilai kepahlawanan, semestinya pihak sekolah menganjurkan memakai aksesori para pejuang, seperti baju biasa, baju petani, dan bambu runcing.

Ia menambahkan, memperingati HUT kemerdekaan memang lazim mengenakan atribut yang unik dan lucu jika berkaitan dengan anak-anak, seperti baju adat maupun seragam profesi tertentu, seperti dokter, tentara, guru, pilot dan polisi. Tapi memakai atribut cadar hitam dan membawa senjata api tiruan jelas bukan hal biasa.

“Kalau berdasarkan tema keseluruhan karnaval yang mengusung budaya Indonesia yang bhineka tunggal Ika, maka penggunaan burga dan cadar bukan merupakan budaya Indonesia, meskipun beberapa muslimah Indonesia mengenakan cadar,” pungkasnya.

Selain itu, tambah Retno Anak-anak TK tersebut memegang sebuah replika senjata laras panjang dan mereka mengambil tema “Perang di Zaman Rasulullah”, sedangkan di zaman Rosulullah belum ada senjata laras panjang, adanya pedang samurai. Artinya, ada yang tidak tepat yang dilakukan oleh pihak sekolah dan dibiarkan pula oleh panitia penyelenggara. Tio/Kontributor

See also  Terakit Polemik Jilbab, KPAI Minta BPIP Tinjau Ulang SK Standar Pakaian Paskibraka
Tags: kpaiPawai Cadar
Previous Post

Relawan MER-C Terus Pantau Kondisi Pasien Pasca Operasi

Next Post

Sempat Tertinggal, Agung Wilant Kandaskan Perlawanan Macau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks