IBADAH.ID, JAKARTA – Bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat beberapa pekan terakhir, tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan, tetapi juga memicu kelumpuhanekonomi dan kehidupan warga.
Berhentinya segala aktivitas, praktis membuat warga Lombok tidak berdaya memenuhi kebutuhan dan hanya bisa bergantung pada bantuankemanusiaan.
ACT bersama TNI AL hari inimelayarkan Kapal Kemanusiaan Lombok (KKL). Kapal ini berangkat membawa 850 ton dari 1.200 ton bantuan logistik yang disiapkan menuju Lombok Jumat (17/8), bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.
KKL berangkat dari Pelabuhan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok. Menempuh perjalanan lebih kurang 2 hari, KKL diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Carik, Bayan, Lombok Utara pada Ahad (19/8). Kapal yang didaulat sebagai Kapal Kemanusiaan Lombok adalah Kapal Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin milik TNI AL.
Ribuan ton logistik yang dikirim dengan Kapal Kemanusiaan Indonesia ini telah memenuhi buritan kapal. “Proses pengemasan bantuan logistik berlangsung di gudang Indonesia
Humanitarian Center (IHC) ACT di Gunung Sindur, Bogor,” ujar Vice President ACT Insan Nurrochman di Jakarta, Jumat (17/8).
Insan menjelaskan, Logistik yang telah dikemas selanjutnya dimuat secara bertahap ke sejumlah truk termasuk belasan armada TNI AL. Selain itu, truk-truk yang dikawal langsung oleh 60 prajurit TNI ini masuk pelabuhan Kolinlamil hingga Jumat.
“Setelah Kapal Kemanusian Lombok menepi di Pelabuhan Carik, sebagian truk akan diboyong menuju Posko Kemanusiaan ACT setelah dilakukan serah terima dengan Panglima komando armada RI kawasan timur (Pangarmatim) di Lombok,” ungkapnya. Tio/Kontributor.
