Ketika gempa datang, Nurhasanah, Ibu Syafa sempat berhasil membawanya keluar rumah, sebelum bangunan tersebut rubuh.
Syafa adalah anak ke-2 dari dua bersaudara. Kakaknya masih berumur 4 tahun. Nurhasanah, Suami, Syafa dan juga kakaknya kini tinggal di tenda pengungsian desa Medana, bersama 101 Keluarga lainnya.
Syafa yang masih berumur 7 bulan tetap disusui (Direct Breastfeeding) oleh ibunya. Sekalipun di pengungsian, Nurhasanah tidak lupa untuk memberikan makanan kepada bayinya.
Hanya saja dia tidak bisa memberikan gizi yang cukup, karena memang kondisi pengungsian yang tidak begitu bersahabat dengan bayi dan juga stok makanan yang tersedia hanya kebanyakan makanan instant untuk orang dewasa.
“Saya selalu kasih ASI setiap hari mas, biasanya juga kami kasih S*N (makanan instan pabrikan). Tapi sekarang sudah tidak ada yang jual” Jelas Nurhasanah dari rilis yang diterima, Kamis (16/8).
Setelah gempa terjadi, ekonomi hampir seluruh Lombok Utara lumpuh. Hampir tidak ada yang berjualan, bahan makanan yang dijual dipasar juga terbatas dan harganya melonjak tinggi.
Alhasil di pengungsian, Nurhasanah harus memutar otak untuk makanan bayinya.
“Biasanya saya beri makan nasi biasa mau, tapi seringnya dia (bayi Syafa) kadang tidak mau” terang Nurhasanah.
Hal tersebut cukup mengkhawatirkan. Gizi cukup mempengaruhi perkembangan dan daya tahan tubuh bayi, terkhusus hawa panas dan dingin di pengungsian. Bayi sangat rentan penyakit bila tidak didukung dengan gizi yang cukup.
“Dia (bayi Syafa) tambah kurus semenjak mengungsi,” tambah Nurhasanah menceritakan kondisi bayinya.
Melihat hal tersebut, Dompet Dhuafa berinisiatif untuk menyediakan MPASI rumahan yang akan dikelola oleh dokter relawan dan konselor menyusui. Nantinya, MPASI tersebut akan distribusikan kepada bayi-bayi yang ada di beberapa pos pengungsian.
Sambil membagikan, tim Dompet Dhuafa juga akan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memberikan makanan bayi rumahan, yang dibuat dengan bahan pangan lokal. Dikarenakan hal tersebut lebih dianjurkan secara medis, sekalipun tidak dalam kondisi bencana. Tio/Kontributor
