Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Dompet Dhuafa Inisiasi Pemberian MPASI Untuk Bayi Pengungsi Gempa Lombok

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 August 2018 | 11:42
rubrik: Nusantara
Dompet Dhuafa Inisiasi Pemberian MPASI Untuk Bayi Pengungsi Gempa Lombok
Share on FacebookShare on Twitter
IBADAH.ID, LOMBOK – Syafa Nuraini, masih terlihat ceria ketika tim Dompet Dhuafa datang pos pengungsian desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Syafa begitu ia sering disapa, masih berumur 7 bulan.

Ketika gempa datang, Nurhasanah, Ibu Syafa sempat berhasil membawanya keluar rumah, sebelum bangunan tersebut rubuh.

Syafa adalah anak ke-2 dari dua bersaudara. Kakaknya masih berumur 4 tahun. Nurhasanah, Suami, Syafa dan juga kakaknya kini tinggal di tenda pengungsian desa Medana, bersama 101 Keluarga lainnya.

Syafa yang masih berumur 7 bulan tetap disusui (Direct Breastfeeding) oleh ibunya. Sekalipun di pengungsian, Nurhasanah tidak lupa untuk memberikan makanan kepada bayinya.

Hanya saja dia tidak bisa memberikan gizi yang cukup, karena memang kondisi pengungsian yang tidak begitu bersahabat dengan bayi dan juga stok makanan yang tersedia hanya kebanyakan makanan instant untuk orang dewasa.

“Saya selalu kasih ASI setiap hari mas, biasanya juga kami kasih S*N (makanan instan pabrikan). Tapi sekarang sudah tidak ada yang jual” Jelas Nurhasanah dari rilis yang diterima, Kamis (16/8).

Setelah gempa terjadi, ekonomi hampir seluruh Lombok Utara lumpuh. Hampir tidak ada yang berjualan, bahan makanan yang dijual dipasar juga terbatas dan harganya melonjak tinggi.

Alhasil di pengungsian, Nurhasanah harus memutar otak untuk makanan bayinya.

“Biasanya saya beri makan nasi biasa mau, tapi seringnya dia (bayi Syafa) kadang tidak mau” terang Nurhasanah.

Hal tersebut cukup mengkhawatirkan. Gizi cukup mempengaruhi perkembangan dan daya tahan tubuh bayi, terkhusus hawa panas dan dingin di pengungsian. Bayi sangat rentan penyakit bila tidak didukung dengan gizi yang cukup.

“Dia (bayi Syafa) tambah kurus semenjak mengungsi,” tambah Nurhasanah menceritakan kondisi bayinya.

See also  Kemenag Kembali Buka Seleksi Imam Masjid ke Uni Emirat Arab, Ini Syaratnya

Melihat hal tersebut, Dompet Dhuafa berinisiatif untuk menyediakan MPASI rumahan yang akan dikelola oleh dokter relawan dan konselor menyusui. Nantinya, MPASI tersebut akan distribusikan kepada bayi-bayi yang ada di beberapa pos pengungsian.

Sambil membagikan, tim Dompet Dhuafa juga akan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memberikan makanan bayi rumahan, yang dibuat dengan bahan pangan lokal. Dikarenakan hal tersebut lebih dianjurkan secara medis, sekalipun tidak dalam kondisi bencana. Tio/Kontributor

Tags: dompet dhuafa
Previous Post

Bangun Kembali Perekonomian Lombok, ACT Dirikan Desa Wakaf

Next Post

World Peace Forum ke-7 Hasilkan 6 Deklarasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks